Beranda News Pilgub Lampung Alzier: Politik Uang Sangat tidak Mendidik

Alzier: Politik Uang Sangat tidak Mendidik

58
BERBAGI
Paket sembako berganbar calon gubernur Lampung (dok TV One)

Teraslampung.com—Menjelang pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Gubernur (PIlgub) serentak dilaksanakan 9 April 2014, indikasi politik uang  (money politic ) aromanya sudah terendus. Bahkan, buktinya sudah menyebar di berbagai daerah di Lampung.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesawaran baru-baru ini misalnya, menemukan indikasi politik uang dari salah satu calon gubernur (Ridho Ficard-Bachtiar Basri) dan caleg dari partai berbendara Islam, sangat kuat sebagai bukti telah melanggar aturan  pesta demokrasi.

Sempritan Panwaslu Pesawaran kepada cagub dan caleg untuk mengingat politisi lain yang akan berlaga di Pileg dan Pilgub 204. Meski di lapangan, bagi-bagi sembako dari para politisi kepada masyarakat masih sering tejadi.

Gencarnya aksi membagi gula dan uang sebenarnya sudah terjadi sejak bulan Ramadan tahun lalu. Seorang warga di Telukbetung, misalnya, pada Ramadhan lalu melihat salah satu calon gubernur melempar sembako dan gula. Bersama dengan sembako yang dibungkus tas plastik itu terselip lembaran yang kertas Rp 50 ribu.

Hal sama dikatakan Rahman, 40, warga Kupang Kota, Telukbetung. Rahman mengaku melihat ada anggota tim sukses salah satu caleg yang mendatangi warga untuk membagi sembako dan amplop agar memilih caleg tertentu.

“Para anggota tim sukses sekarang ini makin gencar mendatangi rumah-rumah warga untuk membagi sembako,” kata Rahman.

Cagub Lampung Alzier Dianis Thabranie menilau politik uang dengan membangi-bagi sembako sangat tidak mendidik rakyat dalam berdemokrasi. Calon gubernur berpasangan dengan Lukman Hakim yang diusung Partai Golkar dan Hanura itu mengajak tokoh politik peserta pilgub dan pileg dapat memberikan pembelajaran politik untuk masyarakat.

“Tanpa menabur-naburkan uang. Praktik politik uang sangat tidak mendidik,” ujarnya.

Alzier mengatakan, praktik politik uang  tidak saja akan berdampak terhadap  buruknya roda pemerintahan serta  pembangunan daerah di Provinsi Lampung, juga masyarakat akan sengsara.

Menurut ADT, biasa namanya disingkat, para calon pemimpin yang berlaku culas dan membodohi masyarakat dengan mengimingingi pemberian sembako, tidak akan pernah peduli pada kepentingan masyarakat.

“Dia hanya  akan berpikir pada kepentingan kelompok dan golongannya,” katanya.

Di tengah kompleknya persoalan sosial dan  ekonomi masyarakat saat ini, Alzier mengatakan,  masyarakat Lampung membutuhkan sosok pemimpin yang amanah. Seorang pemimpin yang memiliki visi dan misi perubahan, serta  benar-benar peduli untuk menyejahterakan masyarakat.

Dalam kesmepatan ini, Alzier juga mengimbau tim pemenangannya agar tetap solid dan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat tanpa melakukan praktik politik uang.

“Kita berharap, dari pembelajaran politik yang tidak culas maka massyarakat dapat melihat perubahan yang lebih baik,” kata Alzier.

Bagi-bagi Sembako Makin Marak

Semenetara itu, indikasi politik uang yang ditemukan Panwaslu Kabupaten Pesawaran terjadi di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Rabu sore pekan lalu.

Petugas pengawas lapangan Panwascam setempat, menemukan ratusan dus berisi ribuan paket gula dari salah satu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Lampung. Rencananya paket tersebut akan dibagikan kepada warga.

Panwaslu Pesawaran mengamankan barang bukti berupa secarik kertas selebaran berisi ajakan mencoblos pasangan calon serta kartu nama pasangan calon gubernur yang tertera di belakangnya nomor urut, juga nama calon legislatif DPR RI dan DPRD Provinsi Lampung dari salah satu partai berbendera Islam.

Guna proses hukum temuan dugaan politik uang ini, Panwaslu Kabupaten Pesawaran akan berkoordinasi dengan Bawaslu Lampung untuk selanjutnya melaporkan hasil temuan indikasi politik uang ini ke pihak Gakumdu Polres Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara sejumlah warga di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, mengaku menerima pemberian berupa bingkisan gula dan kartu nama pasangan kandidat calon gubernur yang juga turut tertara nomor urut. Selain itu, nama calon legislatif DPR-RI Gufron Azis Fuadi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil 1 Provinsi Lampung. (isb)