Beranda News Amankan Arus Mudik-Balik Lebaran 2017, Polda Lampung Terjunkan 4.925 Personel Gabungan

Amankan Arus Mudik-Balik Lebaran 2017, Polda Lampung Terjunkan 4.925 Personel Gabungan

378
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno saat berikan keterangan terkait pengamanan arus mudik-balik Lebaran 2017 di gedung Graha Wiyono Siregar (GWS) Mapolda Lampung, Jumat (16/6/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Untuk mengamankan para pemudik pada saat arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Polda Lampung menerjunkan 4.925 personel gabungan. Operasi tersebut diberu nam Operasi Ramadniya Krakatau 2017.

Personel gabungan yang diterjunkan tersebut adalah, Polda Lampung 640 personel, Polres Jajaran 1.924 personel. Kemudian dari TNI 408 personel, Pol PP 406 personel, Dishub 344 personel, Dinkes 279 personel, Pramuka 348 personel serta dari beberapa instansi terkait lainnya seperti dari Basarnas, ASDP, BPBD, Jasaraharja, Orari/Rapi sebanyak 603 personel.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno mengatakan, pengaman arus mudik-balik lebaran tahun 2017 ini, dengan sandi Operasi Ramadniya Krakatau akan mulai digelar pada H-7 hingga H+7 setelah lebaran (19 Juni – 4 Juli 2017), pihaknya menurjan 4.925 personel gabungan. Untuk Polda Lampung personel yang disiapkan sebanyak 640 personel, Polres Jajaran 1.924 personel dan dari instansi terkait lainnya 2.388 personel.

“Para personel tersebut, nantinya akan ditempatkan di jalur mudik jalur lintas Sumatera, lalu di beberapa titik rawan kriminalitas, pusat keramaian, objek vita, pos pelayanan (Posyan), pos pengamanan (Pospam) dan pos terpadu,”ujarnya, Jumat (16/6/2017).

Dikatakannya, para personel gabungan tersebut, di siapkan untuk melakukan pengamanan dan pelayan selama arus mudik dan balik lebaran nanti. Selain itu juga, disiapkan penembak jitu (Sniper) yang ditempatkan di beberapa titik rawan tindakan kriminalitas.

Mantan Waka Polda Metro Jaya ini mengutarakan, untuk pengamanan arus mudik-balik lebaran 2017 ini, pihaknya menurunkan petugas patroli jalan raya untuk mengamankan para pemudik yang menggunakan roda dua dan empat, mulai turun dari Pelabuhan Bakauheni sampai menuju daerahnya baik siang maupun malam hari secara estafet.

Kemudian, untuk titik-titik kemacetan telah diinventarisir, dan akan disiapkan petugas sehingga dapat membantu kelancaran arus mudik. Selain itu juga, untuk di setiap terminal dan lokasi lainnya akan dilakukan pengamanan secara berjenjang.

“Supaya pemudik aman, nantinya akan dilakukan pengawalan secara estafet dan dikoordinasikan dengan Polres Jajaran. Harapannya, Lampung aman dan kami siap mengamankan Lampung sebagai daerah lintasan mudik,”terangnya.

Terkait dengan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, yakni untuk memberantas premanisme yang dikhususkan di Pelabuhan Bakauheni dan Terminal Rajabasa. Irjen Sudjarno menegaskan, pihaknya akan berupaya memberantas tindakan premanisme untuk menciptakan situasi kondusif dan nyaman bagi para pemudik. Salah satunya adalah, menggelar Operasi Cempaka hingga 19 Juni 2017 nanti dan dilanjutkan Operasi Ramadniya Krakatau yang dimulai pada H-7 hingga H+7 setelah lebaran.

“Seluruh tindakan kejahatan yang meresahkan masyarakat, akan kami tindak tegas. Hal tersebut dilakukan, agar pemudik aman dan tidak ada gangguan selama dalam perjalanan selamat sampai ditujuan,”ungkapnya.

Kapolda juga mengimbau, untuk para pemudik yang menggunakan moda transportasi baik roda dua dan empat, diharapkan saat mengemudi harus sesuai dengan aturan, patuhi rambu lalu lintas, kelengkapan keamanan berkendara dan tidak mengangkut muatan yang melebihi kapasitas.

“Pemudik kendaraan roda dua, tidak boleh berboncengan lebih dari satu orang dan memuat barang berlebihan. Begitu juga kendaraan roda empat, jangan membawa muatan melebihi kapasitas,”pungkasnya.

Loading...