Beranda Hukum Amuk di Polsek Tegineneng, Polisi Justru Melarang dan Menangkap Wartawan

Amuk di Polsek Tegineneng, Polisi Justru Melarang dan Menangkap Wartawan

1479
BERBAGI
Wartawan Trans Lampung, Yudi Indrawan (kaos merah) saat dibawa petugas yang melarangnya saat melakukan peliputan kerusuhan di Tegineneng

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, menyesalkan dan menyayangkan tindakan pelarangan peliputan dan penghalangan kerja jurnalis Trans Lampung Yudi Indrawan yang dilakukan oleh anggota Direktorat Narkoba Polda Lampung, saat melakukan peliputan kerusuhan di Mapolsek Tegineneng, Pesawaran, Jumat (17/3/2017) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua Aliansi Jurnalis (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, seharusnya polisi tidak melakukan tindakan dan pelarangan terhadap wartawan yang sedang melakukan perliputan. Apalagi sampai mengambil id card dan alat kerja wartawan saat melakukan peliputan.

“Kami menyayangkan, tindakan polisi yang sudah melakukan pelarangan peliputan, apalagi sampai mengambil barang-barang alat kerja wartawan, karena wartawan dilindungi dengan UU pers dan berhak untuk meliput,”ujar Padli, Jumat (17/3/2017).

“Jika di lokasi itu ada perwira polisi, seharusnya perwira itu memberikan arahan kepada bawahannya bukan ikut menghalangi wartawan meliput aksi tersebut,”ungkapnya.

Hal senda juga dikakatan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Supriyadi Alfian yang sangat menyayangkan tindakan polisi Polres Pesawaran dan anggota Ditreserse Narkoba Polda Lampung menghalangi dan sempat menangkap dan menahan Yudi Indrawan, salah satu wartawan Translampung.

“Apa yang dilakukan Yudi meliput langsung kejadian saat penangkapan, merupakan tugas wartawan yang luar biasa. Karena itu sudah tugasnya, menghasilkan berita yang valid dan aktual. Kenapa wartawan ikut ditangkap, padahal dia sudah bilang wartawan ini kan aneh,”ucap Supriyadi.

Ditegaskannya, pihaknya selaku PWI Lampung, bersama organisasi wartawan lannya dari AJI dan IJTI akan melakukan pendampingan secara hukum terhadap Yudi wartawan Trans Lampung.

“Kita akan kawal masalah ini, agar dikemudian hari tidak terjadi dengan wartawan lainnya mengalami tindakan kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat,”tegasnya.

Diketahui pada Jumat (17/3) di Polsek Tegineneng terjadi perusakaan dilakukan sejumlah warga, namun salah satu wartawan Trans Lampung, bernama Yudi Indrawan yang sedang meliput proses penangkapan terduga pelaku pengrusakan di salah satu Indomart di daerah Tegineneng, Pesawaran dilarang melakukan peliputan dan justru ikut diamankan meskipun sudah mengaku wartawan dan menunjukkan Id card tempatnya bekerja.

Menurut Yudi, bahkan ada salah satu Polwan anggota Ditres Narkoba Polda Lampung, Kompol Meli menayakan ID Card wartawan dan menyebut sudah ada izin dari atasan untuk meliput.

“Kamu darimana, Yudi menjawan dari media Trans Lampung. Lalu Polwan itu tanya lagi, sudah ada izin belum dari pimpinan saya,”ucap yudi menirukan Kompol Meli saat di Mapolda Lampung, Jumat (17/3/2017).

Kemudian, ia menunjukkan ID Card miliknya, Kompol Meli mengambil ID Card miliknya. Sementara salah satu anggota lainnya langsung mengambil ponsel miliknya. Bahkan Yudi juga, dipaksa oleh beberapa petugas untuk naik ke mobil bersama tersangka lain pelaku pengrusakan Mapolsek yang ditangkap dan di bawa ke polsek Tegineneng.

“Adanya kejadian itu, saya mengalami trauma padahal saat itu saya sudah memberitahukan kalau saya adalah wartawan. Tapi saya tetap dibawa sama polisi, saya akan melaporkan perkara ini ke Propam Polda Lampung,”ungkapnya.

Dikatakannya, setelah tiba di Polsek Tegineneng, Yudi disangka polisi melakukan peliputan tanpa izin.
Di Mapolsek tersebut, ada Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan dan menanyakan ke Yudi prihal ID Card kalau dirinya benar wartawan. Yudi sudah menjelaskan, kalau ID Card dan Ponsel miliknya sudah diambil dengan polisi.

“Kapolres tanya ke saya kamu warga mana?, saya jawab dari Punduh Pidada dan saya mengatakan kalau saya wartawan,”terangnya.

Kemudian Kapolres menanyakan ID Card wartawan, ia menjelaskan kalau ID Card miliknya dan ponselnya diambil dengan anggota polisi.

“Saya jelaskan ke Kapolres, untuk memastikan lalu saya persilahkan Kapolres menghubungi nomer ponsel saya yang diambil dengan polisi. Tapi tidak diangkat panggilan tersebut,”pungkasnya.

Taklama berselang sekitar 15 menit kemudian, petugas Ditnarkoba Polda Lampung yang menyita ID Card dan Ponsel miliknya tiba di Mapolsek Tegineneng. Kemudian petugas lain, menyerahkan barang-barang tersebut ke Yudi dan Yudi dilepaskan.