Beranda Hukum Kriminal Amuk di Tegineneng, Kapolres Pesawaran: Edi Tewas karena Ceburkan Diri ke Sungai...

Amuk di Tegineneng, Kapolres Pesawaran: Edi Tewas karena Ceburkan Diri ke Sungai saat akan Ditangkap

1003
BERBAGI
Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan bersama anggota saat mendatangi lokasi TKP jasad Edi terduga narkoba yanh ditemukan tewas di bendungan Argo Guruh Way Sekampung Tegineneng, Pesawaran, Jumat (17/3/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG  — Massa yang melakukan perusakaan di Mapolsek Tegineneng, Pesawaran, diduga akibat tersulut emosi karena adanya seorang warga Desa Bumi Agung bernawa Edi, salah satu tersangka penyalahgunaan narkoba ditemukan tewas tenggelam di Sungai Way Sekampung di bendungan Argo Guruh, pada Jumat (17/3/2017) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Warga menduga Edi tewas karena ditembak anggota Polsek Tegineneng saat pengerebakan, Rabu (15/3/2017) sore lalu.

Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan membenarkan, insiden penyerangan yang terjadi Mapolsek Tegineneng, dilakukan oleh sekelompok massa dari Desa Bumi Agung karena dipicu adanya kesalahpahaman informasi penyebab tewasnya Edi warga Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng salah satu tersangka penyalahgunaan narkoba.

“Ya benar, Edi yang ditemukan warga tewas di Bendungan Argo Guruh (Sungai Way Sekampung) itu adalah salah satu tersangka penyalahguna narkoba yang melarikan diri menceburkan diri ke sungai saat akan ditangkap petugas Polsek Tegineneng,”ujarnya saat berada dilokasi, Jumat (17/3/2017) siang.

Syarhan mengutarakan, kronologis kejadian penggerebakan tersebut, berawal dari adanya informasi dari masyarakat, adanya sekelompok pemuda sedang menggelar pesta narkoba di bendungan Argo Guruh Way Sekampung. Atas informasi tersebut, anggota Polsek Tegineneng melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud, Rabu (15/3/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Saat di lokasi, petugas mendapati adanya sebuah mobil avanza dan beberapa orang pemuda sedang menggelar pesta sabu-sabu. Petugas langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku,”ungkapnya.

Dari penggrebekan tersebut, kata Syarhan, petugas menangkap salah satu tersangka ditangkap. Sedangkan tersangka lainnya, melarikan diri menggunakan mobil Avanza dan Edi menceburkan diri ke sungai Way Sekampung tersebut.

“Petugas melakukan pencarian Edi dengan menyisiri sungai tapi tidak ditemukan. Satu tersangka yang ditangkap, diserahkan petugas ke Polres Pesawaran,”terangnya.

Selanjutnya, pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 06.30 WIB, warga setempat menemukan mayat Edi mengambang di sungai Way Sekampung sekitar pukul 07.00 WIB.

Petugas Polsek Tegineneng, Aiptu Heri dan Bripka Suparmo yang mendapat informasi dari warga mengenai adanya penemuan mayat tersebut mendatangi lokasi untuk mengecek informasi tersebut.

Namun sekitar pukul 07.30 WIB, massa warga dari Desa Bumi Agung ternyata sudah ramai, mendatangi Mapolsek Tegineneng membawa batu dan sajam lalu merusak peralatan komputer di SPK dan sebagain kaca pecah, karena dilempar batu.

“Saat bersamaan, pagi tadi sebagian anggota Polsek Tegineneng sedang apel di Polres Pesawaran,”tegasnya.

Dia menambahkan, penyerangan di Mapolsek Tegineneng berlangsung sekitar setengah jam, setelah itu massa pergi setelah melakukan pengrusakan. Taklama kemudian, personel Brimobda Lampung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

“Dari penyerangan itu, ada lima orang warga yang sudah diamankan. Mereka diduga sebagai propokasi dan yang melakukan pengrusakan. Saat ini, kelimanya sudah dibawa petugas ke Mapolda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan,”jelasnya.

Terpisah, Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai mengatakan, dari hasil visum dan tes urine terhadap Edi mayat yang ditemukan di bendungan Argo Guruh way sekampung, positif mengkonsumsi narkoba dan ditubuhnya tidak ditemukan adanya bekas luka tembak ataupun luka lainnya.

“Hasil visum tidak ada luka tembak, atau luka lainnya yang ada ditubuh Edi dan itu juga disaksikan dengan keluarga Edi. Kasus ini, Edi murni tewas karena tenggelam,”ungkapnya, Jumat (17/3/2017) sore.