Beranda Hukum Kriminal Amuk Massa di Desa Sukadana Ilir Dipicu Tewasnya Warga, 24 Rumah Ludes...

Amuk Massa di Desa Sukadana Ilir Dipicu Tewasnya Warga, 24 Rumah Ludes Dibakar

440
BERBAGI
Rumah warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara ludes dibakar massa, Selasa (2/2/).

Feaby/Teraslampung.com 

KOTABUMI–Pembakaran 24 unit rumah di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara diduga disebabkan oleh penemuan jenazah Muhammad Jaya Pratama (13), Selasa (2/1/2016) sekitar pukul 08:30 WIB.

Almarhum sendiri telah dinyatakan hilang sejak Selasa (26/1) malam dan telah berulang kali dilakukan pencarian tidak ditemukan hingga ditemukan telah tewas di areal perkebunan tebu milik PTPN VII Bunga Mayang yang berada di Desa Negara Tulang Bawang.

Menurut Herman (54), mantan Kepala Desa setempat, keluarga besar kornam telah berusaha mencari keberadaan korban. Bahkan, pencarian ini melibatkan anjing pelacak Polda Lampung pada Kamis (28/1) malam. Kedua anjing pelacak itu kemudian berpencar dan menuju rumah Tumingan dan Kadir yang belakangan diketahui menjadi rumah pertama dan kedua yang dibakar warga.


SIMAK: Rusuh Lampung Utara, Polda Lampung Terapkan Kebijakan Tembak di Tempat

“Anjing itu berputar – putar di rumah Tumingan dan Kadir. Rumah Tumingan terletak di sebelah kiri rumah korban dengan jarak sekitar 70 meter. Sedangkan rumah Kadir berada di bagian belakang dengan jarak sekitar 50 meter,” katanya.

Kendati demikian, saat pembakaran kediaman Tumingan dan Kadir, dirinya tak berada di Desa lantaran sedang berada di lokasi penemuan mayat. Menurutnya, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang kemudian dilaporkan kepada buruh PTPN yang hendak mencari ikan di aliran bendungan tersebut. Saat ditemukan, jenazah dalam keadaan terlungkup. Setengah badannya dimasukan ke dalam karung dan dalam keadaan terapung.


BACA: Bentrok di Sukadana Ilir-Bangun Rejo Lampung Utara, Puluhan Rumah Dibakar Massa

“Jarak kediaman korban dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar 10 KM. Korban mengenakan celana merah dan dimasukan ke dalam karung. Waktu sampai di rumah ternyata rumah – rumah warga sudah dibakar oleh warga,” tuturnya.

Sementara, Tamsir (47), warga sekitar lainnya, memperkirakan bahwa pembakaran ini buntut dari hilangnya M. Pratama yang belakangan ditemukan telah tewas mengambang di aliran bendungan pada areal perkebunan tebu PTPN. Saat pencarian M. Pratama yang menerjunkan dua ekor anjing pelacak dari Polda Lampung itu, kedua anjing itu berputar di rumah Tumingan dan Kadir.

“Anjing itu berputar – putar di rumah Tumingan dan Kadir,” papar dia.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi, terdapat satu rumah kembali yang secara mendadak terbakar. Namun, belum diketahui apakah rumah itu memang sengaj dibakar atau karena faktor ketidaksengajaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak berwajib yang memberikan keterangan resmi seputar alasan kerusuhan ini.