Opini  

Ancaman Angin Geser Terhadap Penerbangan

Awan Cumulunimbus (dok ilmupengetahuan.org)
Awan Cumulunimbus (dok ilmupengetahuan.org)
Bagikan/Suka/Tweet:

Oleh Ramadhan Nurpambudi*

Memasuki musim penghujan di wilayah Lampung potensi pertumbuhan awan-awan konvektif terutama awan Cumulunimbus akan semakin menggiat. Dampak yang dihasilkan oleh awan Cumulunimbus tidak hanya hujan dengan intensitas yang lebat namun angin kencang serta petir juga berasal dari awan konvektif tersebut.

Angin kencang yang berasal dari awal Memasuki musim penghujan di wilayah Lampung potensi pertumbuhan awan-awan konvektif terutama awan Cumulunimbus akan semakin menggiat.ini selain puting beliung yang bisa memporak porandakan rumah serta bangunan semi permanen lainnya juga ada yang dinamakan Cross Wind atau biasa disebut dengan angin geser. Angin geser ini bisa terjadi di sekitar runway atau landasan pacu pesawat terbang jika awan Cumulunimbus saat itu terbentuk di sekitar bandara.

Angin geser ini yang berbahaya jika dalam kecepatan yang tinggi berpapasan dengan pesawat yang saat itu akan mendarat di landasan pacu. Angin ini bisa mendorong pesawat keluar dari jalurnya dan yang hebat lagi bisa mendorong jatuh pesawat yang dilewatinya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi angin geser ini bisa dengan mudahnya mendorong pesawat dengan tipe Airbush sekalipun terlebih jika pesawat dengan baling-baling bertemu dengan angin geser ini.

Seringkali jika di sekitar wilayah landasan pacu terdapat awan Cumulunimbus pilot sudah mendapat peringatan dari pihak BMKG serta ATC untuk menunggu sampai awan ini menjauh atau bahkan sampai punah. Ini yang menjadikan pesawat seringkali melakukan holding atau berputar putar di langit untuk menunggu sampai keadaan di landasan pacu membaik.

Perlu kita ketaui bersama seringkali pesawat tidak bisa terbang juga jika di sekitaran landasan pacu terdapat awan Cumulunimbus ini, lebih baik menunggu sedikit lebih lama namun semuanya bisa berjalan dengan baik. Ini merupakan salah satu alasan pesawat bisa terlambat untuk terbang atau datang ke lokasi tujuan. Tidak hanya kerusakan teknis yang membuat pesawat mengalami keterlambatan, faktor cuaca ini juga merupakan salah satu yang utama dalam aspek dunia penerbangan.

Angin geser ini bisa terekam melalui alat yang dinamakan AWOS (Automatic Weather Observation System) yang ada di kantor BMKG. Alat ini merupakan sensor-sensor unsur meteorologi yang terpasang di titik titik landasan pacu. Jika ada angin dengan kecepatan tinggi bertiup diatas landasan pacu alat ini akan memberikan peringatan kepada petugas pengamat yang sedang bertugas. Setelah itu informasi tersebut akan diteruskan ke pihak ATC serta pihak maskapai untuk selanjutnya diteruskan kepada pesawat yang sedang menuju ke bandara terkait.

Angin geser ini meskipun terjadi dalam kecepatan yang tinggi namun dalam waktu yang sangat singkat. Dalam struktur awan Cumulunimbus terdapat pergerakan angin yang naik ke atas awan disebut Updraft serta yang turun disebut Downdraft. Angin geser ini salah satu angin yang berasal dari dari Downdraft.

Seringkali kita kecewa jika penerbangan kita mengalami keterlambatan atau kemunduran karena kepentingan masing masing. Saat ini perlu kita ketahui maskapai memikirkan banyak nyawa yang dibawanya terbang. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan penerbangan maka itulah sebaik baiknya keputusan yang bisa diambil saat itu.

* Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung