Beranda Politik Andi Surya Tolak Pencalonan DPD Diseleksi oleh Pansel

Andi Surya Tolak Pencalonan DPD Diseleksi oleh Pansel

380
BERBAGI
Anggota DPD RI dapil Lampung, Andi Surya

TERASLAMPUNG.COM — Anggota DPD RI Andi Surya menolak pencalegan DPD RI diseleksi oleh penitia seleksi (pansel), baik pansel di DPRD Provinsi maupun Gubernur. Menurut Andi seleksi calon anggota DPD semacam itu tidak ada dalam tata aturan pemilu.

“Hanya Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga resmi yang menyeleksi caleg DPD RI. Jika  seleksi dilakukan gubernur, maka secara psikologis, politis dan yusridis bertentangan dengan konstitusi negara,” tegas Andi di sela-sela kegiatan rapat Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Menurut Andi, jika pencalonan anggota DPD RI dilakukan oleh pansek bisa jadi pansel akan menjadi lembaga KKN baru, sehingga proses seleksi yg cenderung subjektif.

“Jadi serahkan saja urusan seleksi caleg DPD RI ini kepada KPU sesuai pasal 22E UUD 1945 ayat 4 dan 5 di mana disebutkan DPD RI adalah calon legislatif perseorangan dalam hal seleksinya dilakukan oleh KPU,” katanya.

Andi mengatakan DPD RI juga akan berupaya membuka ruang komunikasi dg DPR khususnya Pansus RUU Pemilu menjelaskan mekanisme pencalegan yang berasal dari perseorangan yaitu DPD RI sesuai konstitusi agar Pansus ini agar tidak melanggar aturan negara. Jangan sampai nanti hasil Pansus RUU Pemilu ini menjadi tidak produktif karena dibatalkan Mahkamah Konstitusi akibat Yudicial Review.

Yang perlu dipikirkan oleh DPR RI, kata Andi, adalah bagaimana menguatkan kewenangan DPD RI atas hasil Keputusan MK tahun 2014 yang lalu, krn persoalan DPD RI adalah masalah kewenangan ini, bukan masalah seleksi.

“Yang jelas proses demokrasi kita saat ini adalah bagaimana menguatkan check and balances melalui dua kamar (bikameral) yaitu DPR dan DPD RI terhadap setiap kebijakan negara sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Jangan sampai minimnya proses check and balances dalam pengawasan pemerintah ini akan menyebabkan kekecewaan masyarakat daerah berpotensi terjadinya separatisme,” katanya.

Loading...