Beranda Views Kisah Lain Andy Achmad Siap Luncurkan Album di Lapas Rajabasa

Andy Achmad Siap Luncurkan Album di Lapas Rajabasa

508
BERBAGI
Andy Achmad Sanpurnajaya

TERASLAMPUNG.COM— Lama tak terdengar kabaranya, mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya akan segera meluncurkan lagu dearah Lampung dalam waktu dekat.

“Lagu saya sudah ada empat belas yang saya ciptakan di balik bui ini. Tinggal meledak aja di Lampung hehehehe,” kata Kanjeng, sapaan akrab Andy Achmad,sembari tertawa lepas, di Lapas Kelas I A Rajabasa, Bandarlampung,Selasa  (14/8/2018).

Menurut Andy Achmad, lagu-lagu yang diciptakannya itu keren-keren dan sudah bisa dilihat dan diunduh di Youtube.

”Lagunya keren-keren lho, bisa dilihat di Youtube. Di antaranya ‘Tandang Mengan’, ‘Saiku Ekham’. Nanti  buka ya nanti di youtube,” katanya.

Selain Tandang Mngan dan “Sakiu Ekham” ada juga lagu-lagu lama seperti “Sumur Putri”, “Meghanai Tohow”, dan “Pung Kelapa Kupung yang diciptakan pada tahun 1976.

“Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan saya akan meluncurkan lagu lagu daerah Lampung itu di sini (Lapas Rajabasa),” katanya.

Ketika ditanya mana lagu yang paling berkesan, Kanjeng menyatakan lagu Meghanai Tohow yang paling berkesan baginya. Itu adalah lagu yang diciptakan pada tahun 1977 dan pernah dinyanyikan  oleh penyanyi kawakan Hety koes Endang..

Soal keluar dari Lapas, Kanjeng mengaku dirinya akan bebas murni pada tahun ini.

“Insya Allah bulan Desember 2018 saya bebas murni, karena sudah pembebasan bersyarat(PB). Hukumannya juga 2/3 sudah habis dijalani,”ujarnya.

Kanjeng mengaku, terkait kasus korupsi yang dituduhkan kepada dirinya, jaksa belum menandatani soal kerugian negara.

“Uang itu (APBD Lampung Tengah) kan ditaruh di Bank Tripanca yang kemudian bangkrut. Dan oleh pengadilan, Pemkab Lamteng dinyatakan menang, Hanya saja, belum dieksekusi keputusan pengadilan tinggi tersebut. Dan jaksa juga banding ke mahkamah agung. Namun dalam hal ini, saya gak ngerasa ambil uang seperak pun,“ ungkapnya menjelaskan tentang kasus korupsi yang membelitnya.

Meskipun harus menghabiskan waktu di Lapas, Kanjeng mengaku dirinya justru mendapatkan ketenangan dibanding di luar Lapas,

“Saya di sini berpikirnya berbeda. Di sini lebih bisa fokus ibadah, untuk benar-benar mendekatkan diri dengan Allah. Tidak ada yang lebih tenang ketika kita dekat dengan Alllah. Saya menjalani hari-hari dengan ibadah, setiap magrib hingga isya di masjid, mengaji hingga empat jus,” katanya.

Kanjeng mengaku, kasus yang dihadapinya makin membuatnya lebih beragama. Menurutnya, dengan kasus besar yang membelitnya itulah Alllah mengubah dirinya  menjadi orang beragama.

“Kalau nggak ada ini, nggak mungkin saya berubah seperti ini. Tidak ada yang lebih tenang kecuali kita dekat dengan Alllah. Hati menjadi tentram,” ujarnya.

Mas Alina Arifin