Aneh. Mau Liput Kasus Wartawan Pemeras, Wartawan Justru Dapat Kekerasan dari Polisi

  • Bagikan
Juniardi

TERASLAMPUNG.COM — Kalau bukan aneh, ini termasuk lucu: oknum polisi dari Polsek Gedongtaan, Kabupaten Pesawaran, merampas kamera HP milik seorang wartawan yang sedang meliput kasus pemerasan yang dilakukan wartawan dan sedang ditangani oleh Polsek Gedongtaan.

Sikap polisi yang termasuk kategori menghalang-halangi tugas seorang wartawan itu pun mendapatkan protes dari PWI Lampung, Rabu (7/12/2016).

“Jika itu benar, kami minta Polda Lampung memproses oknum polisi yang melakukan itu. Sebab, hal itu sudah masuk kekerasan terhadap jurnalis. Apapun bentuknya kekerasan tidak dibenarkan di negeri ini,” kata Juniardi, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi.

Juniardi menyayangkan aksi perampasan HP kamera oleh oknum anggota Polsek Gedung Tataan dan memaksa wartawan menghapus foto dari HP kamera milik wartawan Radar Lampung Selatan, saat melakukan peliputan oknum wartawan pemeras Polsek Gedung Tataan, Rabu (6/12).

Juniardi mengaku mendapat laporan dari PWI Lampung Selatan tentang adanya dugaan pelecehan terhadap wartawan yang sedang menjalan tugas liputan di Polsek Gedongtataan. Padahal, kata Juniardi, PWI Lampung juga mengapresiasi keberhasilan Polsek Gedung Tataan, yang telah menangkap oknum wartawan yang melakukan pemerasan terhadap kepala sekolah.

Kasus ini juga menambah daftar panjang arogansi aparat kepada para jurnalis yang sedang bertugas dan oleh karena itu harus diusut tuntas.

“Kami juga meminta kepada petinggi Polda Lampung untuk memberikan pemahaman kepada jajaran di bawahnya supaya tidak melakukan intimidasi kepada jurnalis dalam bentuk apapun,” katanya.

Wartawan Harian Radar Lampung Selatan menjadi korban perampasan oknum polisi saat melibut kasus penangkapan oknum wartawan memeras di Polsek Gedung Tataan. Saat itu, wartawan mengabadikan momen korban Kepsek diperika. Tiba tiba didatangi oknum polisi yang memeriksa kepala sekolah, dan memaksa wartawan menghapus foto foto tersebut.

 

  • Bagikan
You cannot copy content of this page