Beranda Seni Sastra Ang Jasman Terbitkan Buku Puisi Pertama “Denting”

Ang Jasman Terbitkan Buku Puisi Pertama “Denting”

58
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Ang Jasman dikenal sebagai penulis skenario film. Puluhan skenario film dan ratusan naskah televisi telah lahir dari tangan lelaki kelahiran Calodania tahun 1954 ini. Sebelum merambah ke dunia sinema, Ang Jasman lebih dulu menggeluti penulisan cerpen dan puisi.

Pada April 2014, ia meluncurkan buku puisi pertamanya. Buku terbitan Teras Budaya ini berjudul Denting, merangkum 82 puisi yang ditulis 2011 hingga 2014 (vii + 84 hlm).

“Denting” merupakan judul puisi Ang Jasman, dan menjadi puisi pembuka; mengutip kitab suci kaum muslim, sebagai alfatihah. “Tapi bagi buku aku ini, sebagai pengantar penyair,” ujar Ang Jasman saat mengobrol di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, beberapa hari lalu.

Puisi “Denting” menjadi pembuka buku puisi ini demikian:

swara berserah
di senyap perak
denting

angin diam
semilir diam
kaku pucuk aur
jarak meluruh
menyesap semesta
menyibak dada
mengaliri sunyi

tetabuh bestari
swara bening
denting

Susana hening-bening seperti mengikut di hampir banyak puisi Ang Jasman, bahkan ada yang merangkul ataupun sekadar mewartakan. “Dalan Denting, suasana dan tema memiliki kesamaan di semua puisiku,” jelas Ang Jasman.

Menurut dia, tema yang diusung dalam puisi-puisinya di bukunya ini, adalah ‘pencarian seorang salik di jalan ruhani’. Karena itu, terus Ang, tentu saja sejalan dengan pencapaian atau tingkat spiritualitasnya.

Dengan demikian, lanjut Ang Jasman, maka ini adalah tema yang sangat personal sekali. Sedangkan nuansa yang dilukiskan di sini adalah antara potret diri, penggambaran tentang ‘jalan’ dan tentu saja pujian kepada Guru.

Lebih jauh dituturkan Ang Jasman, buku puisi Denting semacam lembaran catatan yang tercecer di sebuah stasiun atau di bangku kereta atau di sebuah warung tegal (warteg). “Boleh tak dihirau atau sekadar dikerling atau dibaca sekilas,” ucapnya santai.

Buku ini memang semacam catatan kecil dan gumam dari Ang Jasman dalam menapaki jalan ruhani. Semacam keluh atau desah ketika napas tersengal menahan lelah. “Ya inilah catatan ketika tubuh sekujur berkeringat dan haus yang mencekik. Ketitingka kaki mendadak kelu atay mata terpukau pesona perjalanan panjang hingga di degup penghasibasan,” ucap Ang Jasman di sampul belakang buku Denting.

Denting kini menjadi salah satu dari ratusan buku puisi yang tengah diseleksi pada penghargaan buku puisi terbaik Hari Puisi yang ditaja Yayasan Panggung Melayu bekerja sama dengan Indo Pos dan Yayasan Sagang Riau.