Beranda Headline Anggita Eka Putri— Patrialis Akbar, Darin Mumtazah— Luthfi Hasan Ishaaq: Kisah yang...

Anggita Eka Putri— Patrialis Akbar, Darin Mumtazah— Luthfi Hasan Ishaaq: Kisah yang Nyaris Serupa

2684
BERBAGI
Anggita Eka Putri (dok merdeka.com)

TERASLAMPUNG.COM — Penangkapan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar bersama wanita cantik Anggita Eka Putri pada Kamis malam lalu (26/1/2017) mengingatkan publik pada kisah penangkapan politikus PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa tahun lalu.

Sebab atau alasan penangkapan Patrialis Akbar dan Luthfi sama: dugaan suap terkait bisnis sapi. Pihak yang terlibat dalam dua kasus itu pun sama, yakni seorang importir daging sapi bernama
Basuki Hariman.

Darin Mumtazah dan Lutfhi Hasan Ishaaq (dok kaskus.co.id)

Dalam kasus yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq nama Basuki Hariman juga disebut. Namun, kala itu itu ia bisa lolos dari jerat hukum. Pada Kamis pekan lalu, pemilik perusahaan importis sapi dengan bendera CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Perkasa itu kena operasi tangkap tangan OTT KPK bersama dengan Patrialis Akbar.

Basuki dicokok KPK dan sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuap Patrialis Akbar dalam perkara permohonan uji materi Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.

Patrialis Akbar (foto: tempo.co)

Di balik kasus yang melibatkan Patrialis Akbar dan Luthfi Hasan ada nama wanita muda yang sama-sama cantik dengan posisi yang hampir sama dalam keluarga mereka: bukan ‘first lady’. Bedanya, wanita muda cantik yang muncul bersamaan kasus yang menjerat Patrialis turut ditangkap — meskipun kemudian dilepaskan– sedangkan dalam kasus Lufhti Hasan si wanita muda cantik (Darin Mumtazah) baru muncul setelah beberapa saat kasusnya heboh.

Seperti layaknya masyarakat beradat ketimuran, dalam dua kasus itu sebagian publik menginginkan agar keterkaitan antara wanita cantik dengan tokoh nasional yang berpekara hukum tidak dikait-kaitkan. Dulu, sebagian publik juga ada yang mendesak agar perkara Darin Mumtazah menjadi istri ketiga Lufhfi Hasan tidak diumbar ke publik.

Alasannya: mereka menikah secara sah. Namun, sebagian publik lainnya beralasan justru saat pejabat publik tersandung kasus hukum ia mesti bertanggung jawab kepada publik tentang ihwal asal-usul uang dan pemakaiannya. Termasuk uang haram yang mungkin dipakai untuk biaya memfasilitasi keluarganya.

Dalam kasus Lutfhi Hasan Ishaaq kehebohan bukan semata-mata karena Darin Mumtazah itu cantik dan sangat muda, tetapi karena ia dinikahi Luthfi Hasan saat berusia 18 tahun. Kehebohan itu mereda dengan sendirinya seiring dengan keterbukaan Darin dan Lufhfi Hasan. Keluarga Darin mengakui bahwa Darin memang istri sah Luthi Hasan. Darin kemudian terlihat sering mondar-mandir menjenguk Luthfi Hasan di tahanan atau menghadiri persidangan kasus yang menjerat suaminya.

Darin ketika itu juga pernah terlihat makan bersama dengan istri Luthi Hasan lainnya saat menjenguk di ruang tahanan.

Anngita Eka Putri (merdeka.com)

Sementara itu, kehadiran Anggita Eka Putri bersama Patrialis saat ditangkap oleh KPK hingga kini masih mak jelas. KPK tidak mau menyeret nama Anggita dengan alasan wanita muda cantik itu tidak ada kaitannya dengan kasus yang dihadapi Patrialis Akbar. KPK tidak mau tahu fakta tentang Anggita bersama Patrialis Akbar memborong tas dan peralatan wanita bernilai mahal di sebuah gerai di mal beberapa saat sebelum ditangkap.

Selain tidak berkaitan dengan kasus, KPK juga menolak menjelaskan tentang posisi Anggita Eka Putri dalam kasus Patrialis Akbar karena kasus hukum tersebut bukanlah cerita sinetron.

Sampai di sini kita barangkali bisa sepakat: kasus Patrialis Akbar memang bukan sinetron. Sama seperti kasus hukum Luthfi Hasan yang bukan sinetron. Ya, memang benar soal kisah cinta dua anak manusia memang bukan ranahnya penegak hukum, meskipun kasus hukum bisa terjadi karena disebabkan oleh dampak kisah cinta.

Maksudnya, seorang tersangka korupsi barangkali tidak akan menjalankan aksinya seandainya saja mereka sudah merasa cukup dengan harta yang mereka miliki dan tidak harus ngebut untuk mengejar setoran demi memenuhi target membuat beberapa dapur bisa mengepul semuanya.

Dewira/B/ Satriaji

Loading...