Anggota DPRD Kota Semarang Ini Bantu Puluhan Ribu Kuota Internet untuk Para Pelajar dan Pendidik

  • Bagikan
Sekretaris Komunitas Solidaritas Anak Bangsa Melly Pangestu (berjaket blue jeans) menyerahkan kuota gratis untuk siswa dan guru kepada Kepala Sekolah SMK Purnama 1, IDra. Risprantini, Semarang, Selasa (14/9) ( Foto Dokumentasi).
Sekretaris Komunitas Solidaritas Anak Bangsa Melly Pangestu (berjaket blue jeans) menyerahkan kuota gratis untuk siswa dan guru kepada Kepala Sekolah SMK Purnama 1, IDra. Risprantini, Semarang, Selasa (14/9) ( Foto Dokumentasi).

TERASLAMPUNG.COM, Semarang – Dampak pandemi Covid-19 dirasakan semua lapisan masyarakat. Terkait hal itu, Melly Pangestu, anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), membagikan puluhan ribu paket kuota kepada para pelajar dan pendidik.

Melly Pangestu beserta Para kerabat Solidaritas Anak Bangsa,memberikan puluhan ribu kuota gratis untuk peserta didik dan tenaga pengajar dari jenjang PG, TK, SD, SMP, SMA hingga universitas yang ada di Kota Semarang.

“Kuota ini merupakan kuota tambahan selain yang diberikan oleh pemerintah. Kami sekaligus membantu menyosialisasikan program Subsidi Kuota Internet dari Kemendikbud ke pihak sekolah dan wali murid,” terang Melly Pangestu, Senin (20/9/2021).

Sekretaris Komunitas Solidaritas Anak Bangsa itu mengatakan, paket kuota internet gratis ini diberikan kepada peserta didik dan tenaga pengajar yang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terutama di masa PPKM yang hingga saat ini masih berlangsung.

Secara simbolis paket kuota gratis untuk siswa dan guru telah diserahkan Melly Pangestu ke SD Marsudi Utami dan SMK Purnama 1 yang masing-masing diterima oleh Kepala Sekolahnya.

“Ini layaknya suplemen tambahan, karena kami sangat memahami kondisi wali murid dan kondisi para guru yang sering membutuhkan kuota internet tambahan,” katanya.

Untuk membantu para pelajar dan pendidik yang butuh kuota tambahan, Melly Pangestu bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ia memberikan secara langsung kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan kuota, melalui kepala sekolah atau pimpinan yayasan masing masing.

“Bisa dibilang seluruh kegiatan pendidikan atau kegiatan belajar mengajar berhenti total. Sekolah, kampus, dan lembaga-lembaga pendidikan yang semula menjadi media proses belajar-mengajar harus diubah dengan menggunakan media internet atau disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” katanya.

Melly Pangestu mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 dan ketiadaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar secara daring. Belum lagi beban orang tua untuk menyediakan akses internet yang layak untuk anak masih sekolah menjadi kendala, terlebih bagi mereka yang memiliki anak lebih dari dua.

Menurutnya, masalah ini tidak hanya menimpa pada orang tua murid saja, tetapi juga para tenaga pengajar yang tak jarang terkendala dengan kebutuhan kuota internet.

Persoalan yang dihadapi dan sering dikeluhkan masyarakat yang ini ditemukan secara langsung oleh Melly Pangestu saat melakukan kunjungan kerja, atau juga pada saat kegiatan reses-nya selaku anggota DPRD Kota Semarang

“Pemerintah sendiri sebenarnya mempunyai program subsidi kuota internet untuk belajar daring. Sayangnya program ini kurang tersosialiasi dengan baik. Hal ini makin membuat persoalan makin runyam,” tandas Melly.

Berdasarkan temuan keluhan di lapangan dan masukan dari masyarakat, Melly Pang anggota Komisi B – DPRD Kota Semarang bersama komunitas inisiasinya “Kerabat Melly” dan Solidaritas Anak Bangsa (SAB) serta didukung oleh Pegiat Ibu dan Anak, Sally Rachmasari, Penggiat Literasi Digital, Muhammad Bima Juniari, berinisiatif bertindak cepat dan tepat untuk mencari serta memberi solusi atas keluhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Hal ini juga diikuti kolaborasi dengan jaringan komunitas yang dimiliki di Indonesia.

Di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 

Sementara Sally dan Bima, bergerak di wilayah Bodetabek dibantu Aulia Rionaldi Akbar Camil sebagai Project Manager Kuota Internet.

“Kelompok komunitas ini kami bentuk bersama para kerabat dari Kota Tangerang Selatan, ada Sally Rachmasari sebagai Ketua, saya sendiri sebagai Sekretaris, Muhammad Bima Januri sebagai Bendahara dan Aulia Rionaldi Akbar Camil sebagai Project Manager Kuota Internet, ” jelas Melly.

Tujuan dari komunitas ini, terang Melly, adalah ingin membantu para peserta didik, tenaga pengajar dan wali murid dalam mengatasi disparitas layanan pendidikan yang akan menyebabkan learning loss.

“Sebagai orang tua kami tidak mau hal ini terjadi. Dan juga memberikan sosialisasi literasi digital agar membantu peserta didik, tenaga pengajar dan wali murid dalam penggunaan teknologi digital.Salah satu kegiatan kami adalah dengan membagikan kuota internet gratis tambahan untuk peserta didik dan tenaga pengajar,” tandas Melly.

Menurut Melly semua ini dilakukannya merupakan bentuk perwujudan dari prinsipnya, yaitu “Kober ngopeni, ora kober ngrusuhi” sebagai salah satu pejabat publik yang dipilih oleh masyarakat Kota Semarang.

“Pejabat yang selalu sempat melayani (kober ngopeni) dan tidak sempat untuk merusuhi atau merepotkan masyarakat (ora kober ngrusuhi) dalam menjalankan amanahnya,” tandasnya.

Christian Heru

  • Bagikan