Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Anggota DPRD Lampura Tersinggung Kebijakan Pembagian Bahan Baju Batik

Anggota DPRD Lampura Tersinggung Kebijakan Pembagian Bahan Baju Batik

839
BERBAGI
Bahan baju batik anggota DPRD Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

KOTABUMI– Sejumlah anggota DPRD Lampung Utara mengaku tersinggung dengan kebijakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Lampung Utara yang tidak merata dalam membagikan bahan baju batik kepada anggota DPRD.

Bahan ‎baju batik untuk malam puncak perayaan HUT Lampung Utara pada Juli 2017 mendatang itu hanya dibagikan bagi unsur pimpinan DPRD dan para ketua komisi‎. ‎Mereka yang berstatus anggota biasa sama sekali tak mendapatkan bahan baju tersebut.

“Kalau memang bahan – bahan baju batik itu hanya untuk kalangan pimpinan dan ketua komisi, mbok ya, jangan dibagi di depan kami yang tidak dapat. Itu tidak etis namanya,” kata Sekretaris Komisi III DPRD, Dedy Andrianto, di Gedung DPRD, Senin (13/6/2017).

Menurut Dedy, harga bahan yang diberikan kepada sejumlah koleganya tersebut memang tidak seberapa atau bahkan dapat dikatakan bukan‎ bahan berkelas, Namun makna yang terkandung di dalam kebijakan ini yang membuat dirinya dan rekan – rekannya seperti Anjasmara, Syamsu Nurman, Jupi Sunandar merasa cukup tersinggung.

“Bukan bahan baju itu yang kami soal tapi makna tersirat dalam kebijakan ini yang menyinggung kami. Artinya, selain pimpinan dan para Ketua Komisi, kami ini dianggap semu,” sindirnya.

Di tempat sama, Syamsu Nurman menilai kebijakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan memang cukup rancu atau boleh dikatakan lucu terkait persoalan ini. Karena, sejak kapan, Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komisi termasuk bagian dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sehingga layak mendapat bahan baju untuk seragam tersebut. Kalau memang pembagiannya bukan hanya untuk unsur‎ Forkompinda, lantas kenapa anggota biasa di luar unsur pimpinan dan ketua komisi tak mendapat hak yang sama seperti mereka.

“Sejak kapan Wakil Ketua DPRD dan ketua komisi itu bagian dari Forkopimda. Setahu saya, hanya Ketua DPRD yang termasuk bagian dari itu,” tegas dia.

Menyikapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan, Saloma mengatakan tak meratanya pembagian bahan baju ini semata – mata dikarenakan ‎keterbatasan anggaran semata dan bukan disengaja.

“Karena keterbatasan anggaran maka bahan baju itu diperuntukan hanya bagi Ketua, Wakil Ketua, Ketua Komisi. ‎Jadi, enggak ada maksud yang enggak dapat, enggak penting..enggak,” jelasnya.‎

Loading...