Beranda Hukum Anggota DPRD Pemilik Jengkol Senilai Miliaran Rupiah Ini Minta Maaf kepada Wartawan

Anggota DPRD Pemilik Jengkol Senilai Miliaran Rupiah Ini Minta Maaf kepada Wartawan

1657
BERBAGI
Yuhadi

TERASLAMPUNG.COM – Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Partai Golkar Yuhadi meminta permohonaan maaf kepada awak media terkait dengan pernyataannya terkait tantangannya untuk berkelahi dengan wartawan yang menulis berita tentang bangunan proyek jalan layang di depan Mal Boemi Kedaton (MBK) yang retak,  pada Rabu lalu (1/11/2017).

Permintaan maaf itu disampaikan Yuhadi  saat menemui wartawan di ruangan fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandarlampung, Senin (6/ 11/2017).

“Saya dari lubuk hati paling dalam, minta maaf kepada awak media, atas pernyataan yang membuat tersinggung wartawan. Saya tidak ada maksud mengajak berantem wartawan. Kemarahaan saat itu bentuk ungkapakan kekesalan atas pemberitaan yang tidak pernah saya katakan,” kata Yuhadi.

Yuhadi mengakui ia bisa besar karena teman-teman media, dan ia bisa jatuh karena media.

”Sehebat apa pun saya tidak ada guna tanpa media. Saya hidup mencari saudara, karena hidup ini sementara. Sekali lagi saya minta maaf, kalau pernyataan saya itu arogan,” kata  Yuhadi.

Seperti dirilis tribunlampung.co.id, kemarahan Yuhadi bermula saat ia bersama anggota DPRD Bandarlampung melakukan inspeksi mendadak di proyek jembatan layang di depan MBK, 1 November 2017 lalu.

Yuhadi marah karena pernyataan yang dimuat di beberapa media terkait kata-kata “besi banci” (besi non SNI) pada pembangunan proyek jembatan layang di depan  MBK.

Saat sidak Yuhadi bertemu dengan beberapa wartawan. Kepada wartawan ia mengaku tidak pernah melontarkan pernyataan penggunaan besi banci pada proyek jembatan layang di depan MBK.

“Mahal jengkol gua ini. Satu miliar lebih gua keluar duit, jadi dewan ini. Berantem juga gua ini mau. Gua juga preman,” ujar Yuhadi sambil menyebut nama wartawan salah satu media, seperti dilansir tribunlampung.co.id.

Meski Yuhadi sudah menyampaikan permohonan maaf, Serikat Wartawan DPRD Bandarlampung tetap melaporkan sikap arogansi politisi Golkar ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandarlampung, dan PWI Lampung, pada Senin (6/11).

Menurut Ketua BK DPRD Kota Bandarlampung Agusman Arief pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak baik wartawan maupun Yuhadi sebagai terlapor, di forum resmi guna mencari titik temu penyelsaian masalah.

“Secara resmi laporan ini sudah kami terima, nanti kedua belah pihak akan kami pertemukan, menyelesaikan masalah ini. Kalau ada disharmonisasi, maka disnya kita hilangkan jadi harmonis, kalau ada miss komunikasi maka missnya kita hilangkan jadi komunikasi,” kata Agusman Arief.

Legislator Partai Demokrat ini mengatakan tidak ingin polemik berkepanjangan, apalagi sampai merusak citra lembaga DPRD. “Kami ingin masalah ini selesai, lembaga ini jangan sampai citranya tidak baik citranya. Kita tidak ingin karena nila setitik rusak susu sebelangga,” tegas Agusman.

Selain mendapatkan kritik dari para wartawan, perilaku Yuhadi yang menantang-nantang wartawan terkait dengan produk jurnalitik juga mendapatkan reaksi luas dari warnaget. Utamanya karena Yuhadi menyebut bahwa dirinya punya ‘jengkol’ (tanda sebagai pejabat penting) yang biasa menggantung di bagian dada kemejanya.

Saat menantang wartawan berkelahi, Yuhadi mengaku dirinya tidak takut karena ia mantan preman. Ia juga menyebut jengkol di dadanya itu harganya sampai miliaran rupiah.

Warganet menafsirkan bahwa untuk menjadi anggota DPRD Yuhadi sudah keluar uang hingga miliaran rupiah.

TL/HLS

Loading...