Anggota DPRD Tanggamus Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba

  • Bagikan

Zaenal Asikin dan Siti Qodratin/Teraslampung.com 


AKBP Ivan Setiadi saat memberkan keterangan pers, Rabu (1/10/2014)

BANDARLAMPUNG--Bertepatan dengan pelantikan anggota DPR RI, Direktorat Narkoba Polda Lampung menetapkan dua anggota DPRD terpilih Kabupaten Tanggamus, Hasmuni dari Partai Demokrat dan Musoppa dari PDIP, sebagai tersangka kasus  narkoba jenis sabu-sabu. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Musoppa belum ditahan. Baca: Konsumsi Sabu, Anggota DPRD Tanggamus Kini Buron

“Meski telah di tingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, kami belum bisa melakukan penahanan terhadap tersangka Musoppa mengingat statusnya sebagi anggota legislatif. Kami harus mendapatkan izin dari Gubernur Lampung,”kata Wakil Sementara Dirnarkoba Polda Lampung, AKBP Ivan Setiadi, di Mapolda Lampung, Rabu (1/10). Baca: Anggota Dewan Terduga ‘Nyabu’ Penuhi Panggilan Polda Lampung

Ivan menjelaskan, mulai Rabu (1/10) pihaknya telah membuat lampiran terkait kasus tersangka Musoppa. Mengenai peningkatan statusnya dari saksi menjadi tersangka, kata Ivan, karena berdasarkan hasil tes urine dan test darah di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung hasilnya positif, mengandung jenis narkoba Amphetamine.

Ivan mengaku, keterangan dua tersangka lain, yakni Hasmuni dan Iswahyudi, menyimpulkan bahwa sabu dan seperangkat alat hisap sabu yang berada di salah satu kamar Hotel Novotel saat penggerebekan beberapa hari lalu, adalah milik Musopa. Baca: Di Sela-sela Kegiatan Bimtek, Dua Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Pesta Sabu di Kamar Hotel

“Makanya, status dia kami tingkatkan dari saksi mejadi tersangka penyalahgunaan narkotika yang diatur dalam Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 116 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 tahun 2009,” kata Ivan.

“Surat lampiran itu, hari ini telah dikirimkan ke Gubernur Lampung, dengan batas waktu selama 30 hari. Setelah itu jika tersangka tidak menyerahkan diri maka petugas akan menjemput paksa tersangka,” tambah Ivan.

Sebagai antisipasi dalam masa waktu tersebut, dia mengungkapkan, pihaknya akan tetap memantau tersangka Mussoppa agar tidak melarikan.

“Jika dia (Mussopa-Red) melarikan diri, maka akan rugi sendiri,”ungkap Ivan.

Menurut Ivan Setiadi, pengungkapan kasus ini bermula dari tertangkapnya Hasmuni, anggota legislatif dari Partai Demokrat yang tertangkap usai pesta narkoba saat pelaksanaan pelatihan bimbingan teknis peningkatan kapasitas aleg di Hotel Novotel, Bandarlampung. Namun dalam razia pada Kamis (18/9) sebelumnya Musoppa telah melarikan diri namun kepolisian menemukan jejak bahwa alat hisab yang digunakan milik Musoppa.Baca: Anggota DPRD Pesta Sabu di Hotel: Tiga Bulan Diincar, Polisi Menduga Hasmuni Juga Pengedar Narkoba

“Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Musoppan yang semula statusnya sebagai saksi kini telah ditingkatkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. Tapi Musoppan ini adalah anggota dewan dam sebagai pejabat negara penahanannya harus melalui prosedural,”

Menurut Ivan,kepolisian memerlukan surat izin penahanan dari Gubernur Lampung. Paling lambat 30 hari setelah surat izin diajukan kepolisian. Jika izin tidak diberikan, pihak kepolisian akan melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka Musoppa.

©teraslampung.com > DILARANG MENGCOPY PASTE TULISAN INI. MENGAMBIL BERITA DARI PORTAL TERASLAMPUNG.COM UNTUK KEPENTINGAN MEDIA ONLINE/MEDIA CETAK HARUS MENCANTUMTUMKAN www.teraslampung.com  DENGAN ALAMAT URL LENGKAP SEBAGAI SUMBER BERITA.

  • Bagikan