Anggota Sindikat Pembobol ATM Ini Kuras Uang Puluhan Juta dengan Tusuk Gigi

  • Bagikan

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Deden Heksaputra mengatakan, tersangka Fahri alias Firdaus (34) dan Sarnubi alias Septian (25), anggota  sindikat pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), membobol ATM dengan modal satu tusuk gigi saja.

“Dengan satu tusuk gigi, komplotan tersangka mampu menguras habis uang milik korban hingga puluhan juta rupiah,”kata Deden, Selasa (1/1/2016).

Menurut Deden, komplotan tersangka berjumlah tiga orang, selain tersangka Firdaus dan Septian ada juga tersangka lain berinisial HR yang masih buron (DPO).

Deden mengutarakan, pada saat menjalankan aksinya, para tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka Firdaus menunggu dalam mobil, Septian mengalihkan perhatian korban dan HR (DPO) mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi dan menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM bekas.

“Para tersangka berkeliling menggunakan mobil Toyota Avanza mencari target sasaran, setelah target didapat HR mendatangi mesin ATM dengan berpura-pura akan transaksi,”ujarnya.

Selanjutnya, kata Deden, tersangka HR memasukkan tusuk gigi ke mulut (lubang) mesin ATM agar kartu ATM korban tersangkut dan tertelan ke dalam mesin ATM saat transaksi. Saat ada korban yang kartunya tersangkut di mulut mesin ATM, HR medekati korban berpura-pura akan membantu korban.

“Tersangka HR, menyuruh korban untuk menekan tombol cancel dan nomor pin-nya sebanyak tiga kali. Saat korban menekan tombol cancel dan nomor pin nya, HR langsung menghafal nomor pin itu,”ungkapnya.

Setelah itu, tersangka HR pura-pura membantu korban mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut di mesin ATM. Sedangkan tersangka Septian, mengalihkan perhatian korban. Tanpa sepengetahuan korban, tersangka HR menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM bekas yang disiapkan oleh tersangka.

“Mendapatkan kartu ATM korban, ketiga tersangka langsung pergi dan menuju ke mesin ATM lainnya. Lalu para tersangka, menguras habis uang milik korban yang ada di ATM korban,”terangnya.

Mantan Wakapolres Lampung Utara ini menjelaskan, berdasarkan catatan kepolisian, kedua tersangka lebih dari 10 kali beraksi membobol ATM milik nasabah bank. Aksi pembobolan itu, dilakukan para tersangka di Bandarlampung (Rajabasa dan Sukarame) dan Lampung Selatan (Tanjung Bintang).

“Kami menduga, masih ada TKP lain yang dilakukan para tersangka di beberapa daerah lainnya,”jelasnya.

Tim Khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus Fahri alias Firdaus (34) dan Sarnubi alias Septian (25) sindikat pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI modus ganjal mesin ATM di dekat Pasar Bambu Kuning, pada Rabu (26/10/2016) lalu.

Polisi menangkap kedua residivis kasus Narkoba dan Sajam warga Pesawaran tersebut, saat keduanya berusaha melarikan diri usai gagal membobol ATM di Indomart Jalan Ahmad Yani, pada Rabu (26/10/2016) lalu.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti beberapa tusuk gigi dan kartu ATM bekas yang dipakai tersangka untuk membobol mesin ATM. Selain itu juga, disita satu unit mobil Toyota Avanza yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page