Beranda Teras Berita Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri Menurun

Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri Menurun

214
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com


Direktur Lalulintas Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Sustri Bagus Setiawan, saat ekspose hasil Operasi Ketupat Krakatau 2014, di Graha Patimura, Bandarlampung, Rabu (6/8). Foto: Teraslampung.com/Zaenal Asikin.

BANDAR LAMPUNG – Angka kecelakaan di Lampung selama ‘musim’ arus mudik dan arus balik Idul Fitri tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri tahun ini, terjadi 35 kasus kecelakaan di Lampung dengan  korban meninggal dunia 17 orang, luka berat 33 orang dan luka ringan 30 orang. Sebagian besar (70 persen) yang mengalami kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor.

“Pada Operasi Ketupat tahun 2013 lalu, korban luka berat tercatat sebanyak 43 orang dan korban luka ringan sebanyak 47 orang,” kata Direktur Lalulintas Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Sustri Bagus Setiawan, saat ekspose hasil Operasi Ketupat Krakatau 2014, di Graha Patimura, Bandarlampung, Rabu (6/8).

Sustri mengatakan penurunan angka kecelakaan tersebut merupakan hasil doa dan usaha bersama pihak kepolisian dan masyarakat Lampug. Menurut Sustri, meski Operasi Ketupat Krakatau sudah berakhir, tetapi penangananan kasus kecelakaan tersebut masih akan dilanjukan.

“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terkait dengan intruksi Presiden RI tentang penurunan angka kecelakaan sebanyak 50 %. Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya kedepan kita akan terus meningkatkan kinerja kesatuan tentunya bersama pihak-pihak terkait,” kata dia.

Sementara itu, Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko menegaskan selama berlangsungnya Operasi Ketupat Krakatau 2014 yang dimulai sejak l 22 juli hingga 5 Agustus 2014, berbagai tindak kriminal ditangani Polda Lampung. Antara lain pencurian dengan pemberatan (10 kasus), pencurian dengan kekerasan (5 kasus), pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api (1 kasus), pencurian kendaraan bermotor (6 kasus), dan penganiayaan berat (8 kasus).

“Terkait tindak kriminal, kami mengharapkan semua pihak bisa bersinergi dengan Polri dan bisa menahan diri. Sebab, jika tidak ini akan terjadi seperti tersangka kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Tanggamus yang tersangkanya berhasil melarikan diri,”kata Heru Winarko.

Dari analisis dan evaluasi Polda Lampung tentang arus mudik kendaraan selama Operasi Ketupat Krakatau 2014, di kendaraan roda dua yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sebanyak 49.083, tiba 73.982, sedangkan kendaraan roda empat dan enam berangkat sebanyak 73.915, tiba 65.476.

Loading...