Animo Masyarakat Tinggi, Gubernur Kepri Perpanjang Program Pemutihan Pajak Ranmor

  • Bagikan
Animo masyarakat yang tinggi membayar pajak ranmor terlihat di kantor Samsat Kepri di Batam Centre, Jumat (1/10/2021). (Foto: Terasbatam.id/W Asmeral)
Animo masyarakat yang tinggi membayar pajak ranmor terlihat di kantor Samsat Kepri di Batam Centre, Jumat (1/10/2021). (Foto: Terasbatam.id/W Asmeral)

TERASLAMPUNG.COM — Menjelang berakhirnya program pemutihan pajak kenderaan bermotor (ranmor) pada 30 September 2021 kemarin, animo masyarakat yang ingin memanfaatkan program tersebut membludak sehingga Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memperpanjang kembali hingga dua bulan kedepan atau hingga 30 November 2021 mendatang.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sistem Pelayanan Satu Atap (Samsat) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepulauan Riau (BP2RD Kepri) Vira Jiansa Respaty kepada www.terasbatam.id , Jumat (01/10/2021) di kantornya mengatakan, setelah program pemutihan pajak kendaraan bermotor dilaksanakan selama tiga bulan, sejak Juli hingga September target yang ingin dicapai telah terlampaui.

“Namun animo masyarakat untuk membayar pajak pada hari-hari terakhir ini cukup tinggi sehingga pak Gubernur memperpanjang hingga dua bulan kedepan atau hingga 30 November mendatang,” kata Vira.

Menurut Vira, pertimbangan Gubernur Kepri Ansar Ahmad memperpanjang kembali program pemutihan tersebut juga dilatarbelakangi oleh alasan situasi ekonomi ditengah pandemic Covid-19.

“Secara perekonomian dipikirkan lagi, itu dasar yang menjadi pertimbangan sehingga ditambah waktunya,” kata Vira.

Vira menghimbau kepada masyarakat untuk tetap taat membayar pajak sehingga tidak dikenakan denda atas keterlambatan tersebut.

“Walaupun animo masyarakat tinggi, tetapi protocol kesehatan tetap kita terapkan, kita batasi jumlah pembayar pajak agar jaga jarak tetap terjaga,” kata Vira.

Sementara itu Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepulauan Riau (BP2RD Kepri) mencatat penerimaan pendapatan dari pajak kendaraan selama pelaksanaan program pemutihan denda pajak telah melampaui target.

Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli mengatakan, target penerimaan pajak kendaraan selama program pemutihan denda pajak pada Juli-September 2021 mencapai Rp49 miliar. Hingga 27 September 2021, pendapatan dari pajak kandaraan sudah mencapai Rp49,2 miliar.

“Kami keliling ke Kantor Samsat, tampak ramai sekali. Sesuai prediksi kami, pemilik kendaraan akan semakin ramai menjelang berakhirnya program pemutihan denda pajak kendaraan,” katanya.

Menurut dia, sejak Juli-27 September 2021, jumlah kendaraan roda dua yang dibayar pajaknya mencapai 120.495 unit, sedangkan roda empat 43.076 unit.

Total pendapatan dari pembayaran pajak tahunan Rp5,7 miliar, sedangkan yang sudah menunggak 2 tahun Rp10,6 miliar, menunggak 3 tahun Rp8,2 miliar, menunggak 4 tahun Rp6,4 miliar, dan menunggal 5 tahun Rp5,6 miliar.

“Pendapatan dari pajak kendaraan yang sudah menunggak selama 6 tahun dan lebih dari 6 tahun mencapai Rp12,6 miliar,” ujarnya.

Reni mengingatkan pemilik kendaraan untuk taat membayar pajak. Pembayaran pajak kendaraan sebaiknya tepat waktu sehingga tidak kena denda.

TERASBATAM.ID

  • Bagikan