Beranda News Pusiban Anjloknya Harga Singkong akan Jadi Pokok Bahasan DRD Se-Sumatera

Anjloknya Harga Singkong akan Jadi Pokok Bahasan DRD Se-Sumatera

401
BERBAGI
Kepala Balitbangda Lampung, Mulyadi Irsan (kanan) dan anggota DRD Lampung Andi Desfiandi (tengah) menjelaskan rencana rakor DRD se-Sumatera.

TERASLAMPUNG.COM — Anjloknya harga singkong hingga Rp 300 per kilogram akan menjadi pokok bahasan pada Rakor Dewan Riset Daerah (DRD) se-Sumatera di Hotel Emersia, Bandarlampung, Kamis mendatang (26/10/2017).

Menurut Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, forum yang diprakarsai DRD Lampung itu sebagai bentuk komitmen Pemprov membantu para petani agar lepas dari keterpurukan karena anjloknya harga singkong.

“Rakor nanti akan merumuskan dan menjadi kesepakatan bersama karena seluruh pihak hadir , mulai dari petani, pemda, pengusaha, akademisi agar mendapatkan solusi terbaik untuk ubi kayu. Lampung sebagai sentra ubi kayu dari enam sampai tujuh kabupaten di Lampung .Bahkan mensuplay 30 persen kebutuhan nasional,” kata Irsan, di Kantor Balitbangda , Senin (23/10/2017).

Irsan mengatakan singkong merupakan salah satu komoditas andalan Lampung. Saat ini Lampung memasok 30 persen kebutuhan singkong nasional.

“Namun sekarang komoditas ini belum berperan strategis bagi ekonomi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Di rakor nanti akan dibedah akar masalahnya dan solusi terbaiinya sehingga harga dan produktivitas sinkong membaik,” katanya.

Menuru Irsan, pada forum rakor nanti akan dibahas tentang kesepakatan antara plasma dan inti, antara petani dan pengusaha.

“Ini harus dikomunikasikan. Permasalahan apa yang menjadi masalah petani, harus diurai,” katanya.

Sementara itu Wakil ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Andi Desfiandi, berharap hasil rakor dengan pokok bahasan singkong menjadi isu strategis nasional.

“Karena seharusnya singkong ini menjadi sumber ekonomi kita. Produksi.singkong nasional 30 persennya dari Lampung. Namun ada kendala soal produktivitas yang hanya 15 ton / tahun dan harga juga rendah hanya 300/kg.” katanya.

Andi berharap hasil rakor nanti bisa memberikan solusi kepada petani agar dapat terangkat kehidupannya.

“Mudah-mudahan ini nantinya bisa mengetuk hati dan perhatian menteri pertanian dan presiden.agar memperhatikan pajallengkong, padi, jagung, palawija, dan singkong.Jangan sampai komoditas ini hanya petik dan olah saja, tetapi bisa petik, olah dan jual agar ada daya saing,” ujarnya.

Mas Alina Arifin