Antisipasi Anjloknya Harga Singkong, Pemkab Lamtim Konversi Tanaman Pangan

  • Bagikan
Bupati Lamtim Chusnunia (tengah) saat rapat koordinasi soal ketahanan pangan dengan Komisi IV DPR RI di Kota Metro, Senin, 19 Desember 2016.

TERASLAMPUNG.COM — Untuk mengantipasi anjloknya harga singkong di tempat petani, Pemkab Lampung Timur akan melakukan konversi tanaman pangan dari singkong ke komiditas pangan lain.

“Harus ada konversi. Petani singkong di Lampung Timur merugi selama 2016. Harganya anjlok lebih dari 50% atau jadi Rp350/kg dari sebelumnya Rp1.300/kg,” kata Chusnunia saat rapat koordinasi soal ketahanan pangan dengan Komisi IV DPR RI di Kota Metro, Senin, 19 Desember 2016.

Di dalam rapat itu, hadir juga Bupati Lampung Tengah, Mustafa, dan Wali Kota Metro, Pairin.

Di hadapan Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pertanian dan perkebunan itu, Chusnunia menyampaikan kebijakan konversi tanaman pangan itu tidak untuk menghentikan budidaya singkong. Melainkan untuk mengendalikan produksi singkong seperti pada 2016, sehingga tidak terjadi lonjakan produksi.

“Meskipun begitu, kami berharap agar kuota impor singkong dibatasi, sehingga pengusaha yang bergerak di bidang pengelolaan singkong sebagai bahan baku, tetap bisa menampung singkong petani sesuai kapasitas produksinya,” katanya.

Chusnunia menambahkan, konversi singkong ke komoditas tanaman pangan lainnya diusahakan seperti komoditas jagung dan sorgum. Produksi jagung dan sorgum diharapkan meningkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Lampung Timur siap menjadi pemasok kebutuhan pangan nasional dengan ragam komoditas pangan,” katanya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page