Beranda Hukum Narkoba Antisipasi Masuknya Narkoba dan Barang Ilegal, KSKP Panjang Intensifkan Razia

Antisipasi Masuknya Narkoba dan Barang Ilegal, KSKP Panjang Intensifkan Razia

279
BERBAGI
Petugas KSKP Panjang saat melakukan pemeriksaan kendaraan yang akan melakukan penyeberangan melalui jalur tol laut di Pelabuhan Panjang, Kamis (27/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang di Pelabuhan Panjang, aparat Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang memperketat razia terhadap sejumlah kendaraan, barang muatan dan orang yang akan melakukan penyeberangan melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang, Rabu (26/4/2017) sore lalu.

Dalam razia tersebut, diterjunkan sekitar 29 personel dan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang, Iptu Ferdiansyah didampingi Waka KSKP, Ipda Toni Suherman.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan, barang muatan dan orang di pintu masuk Pelabuhan yang akan melakukan penyeberangan jalur tol laut melalui Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok, Jakarta.

Pemeriksaan juga dilakukan saat kendaraan melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga. Selain kendaraan yang membawa barang muatan, kendaraan pribadi dan pengendara sepeda motor pun tidak luput dari pemeriksaan petugas.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang, Iptu Ferdiansyah mengatakan, pihaknya menggelar razia tersebut, yakni untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan, barang muatan dan orang yang diduga membawa barang terlarang melalui Pelabuhan Panjang.

“Razia ini terus kita intensifkan, yakni untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang membawa barang terlarang seperti narkoba, pengiriman barang ilegal dan lainnya,”ujarnya kepada teraslampung.com, Kamis (27/4/2017).

Dikatakannya, pemeriksaan tersebut, mengenai kelengkapan surat-surat kendaraan, barang bawaan seperti narkoba, peredaran senjata api, senjata tajam dan barang lainnya
diduga ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Selain barang muatan dilakukan juga pemeriksaan identitas, hal ini dilakukan antisipasi dugaan pelaku terorisme, pelaku DPO dan juga pelaku TO,”ungkapnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya barang-barang terlarang dan ilegal. Meski demikian, pihaknya akan terus memperketat pengawasan di Pelabuhan Panjang sebagai pintu masuk kedua Pulau Sumatera, setelah Pelabuhan Bakauheni.

Mantan Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menegaskan, meski belum adanya peralatan canggih, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap kendaraan, barang muatan dan orang yang akan melakukan penyeberangan melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang.

“Meski belum adanya alat yang canggih, laiknya seperti di Pelabuhan Bakauheni. Pemeriksaan akan terus dilakukan, apalagi dalam waktu dekat ini, akan memasuki bulan Ramadhan sehingga pemeriksaan semakin kita perketat,”jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil gelar razia yang dilakukan petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang, menggagalkan penyelundupan 3 ton daging celeng asal Jambi dari kendaraan truk kol disel warna hijau nomor polisi BE 8426 KC, Kamis (9/3/2017), sekitar pukul 08.30 WIB.

Daging celeng tersebut, akan dibawa ke Jakarta melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Priok. Polisi juga menangkap dua orang yang membawa daging celeng tersebut, Julihar Aritonang (38) warga Jalan PT Adel, Kelurahan Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis Riau dan Andilaw (26) warga RT 002 Desa Bakauheni, Lampung Selatan.

Kemudian, pada Minggu (23/4/2017) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas KSKP Panjang, kembali berhasil menggagalkan penyelundupan 256 paket ganja seberat 300 Kg di pintu masuk Pelabuhan Panjang yang dibawa oleh seorang kurir menuju ke Jakarta.

Kurir narkoba yang membawa paket ganja tersebut adalah, Musladi (41), warga Gampong Leupung Bruk, Desa Leupung Bruk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darusalam (NAD).

Sementara untuk tersangka Rizan, seorang sopir berhasil melarikan diri. Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap tersangka.

Untuk mengelabui petugas, 256 paket ganja asal Aceh yang dibawa tersangka dengan mobil boks B 9109 SRU. Bagian lantai bak mobil itu, sudah dimodifikasi dengan besi plat tambahan untuk menyembunyikan ganja, lalu diatasnya ditutupi dengan muatan 20 karung beras.

Loading...