Beranda News Pertanian Antisipasi Paceklik Pasca-Lebaran, Petani Pringsewu Segerakan Tanam Padi

Antisipasi Paceklik Pasca-Lebaran, Petani Pringsewu Segerakan Tanam Padi

411
BERBAGI
Wagimin, petani di Pekon Bulokkaton, Gadingrejo, Pringswu sedang memupuk padi yang baru ditanamnya, Jumat (26/6/2015).

PRINGSEWU,Teraslampung.com- Agar usai Lebaran tahun ini tidak dilanda paceklik, para petani di Kabupaten Pringsewu sudah mulai menanam padi pada usim gadu sejak sejak  Juni 2015. Hal ini dilakukan oleh beberapa petani di Kabupaten Pringsewu.

“Sekarang kami menanam padi, tiga bulan mendatang kami panen,” ujar Wagimin (40),  petani di Pekon  (Desa) Bulokwangi, Kecamatan Gadingrejo Pringsewu, saat ditemui di sawahnya, Jumat (26/6).

Wagimin mengaku, selama puasa Ramadhan dan saat Idul Fitri pengeluaran untuk kebutuhan keluarga biasanya dua kali lipat lebih.Akibatnya, usai Lebaran biasanya banyak petani kecil yang tidak punya apa-apa lagi.

“Bulan ini adalah bulan saatnya petani menanam padi. Usai Lebaran, pada Agustua 2015 sudah bisa panen,” ujar  Siswanto (45) petani yang mempunyai sawah di lokasi sekitar reast area Kabupaten Pringsewu.

Mengenai air, untuk wilayah persawahan Pekon Wates sekarang belum ada kendala. “Saluran irigasi lancar. Air cukup,” kata  Siswanto.

Sayangnya, tidak semua wilayah pertanian di Pringswu mendapatkan pasokan air yang cukup. Di Kecamatan Pardasuka, misalnya, petani harus berusaha keras agar bisa mengairi sawahnya.

Sumadi (55), petani Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, mengaku pada musim tanam ini umumnya para petani di Pardsuka kesulitan air. Untuk mengairi sawahnya, kata Sumadi, para petani  harus menyedot air dari sumur bor yang ada di persawahan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu,Ir. Iskandar  Muda, saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar di beberapa areal k persawahan di Kabupaten Pringsewu saat musim tanam ini kesulitan ai.

“Kami sudah turun ke lapangan. Beberapa hari lalu pernah mengecek ke di daerah Tulungagung,  Kecamatan Gadingrejo dengan Muspika setempat  untuk mengntisipasi kekeringan didarah itu kita manfaatkan blanwir, tapi tidak efektiif, ” kata Iskandar.
ujarnya.

Solusinya, kata Iskandar, petani membuat sumur bor. “Jika ada sumber airnya, Pemkab Pringsewu akan memberikan mesin penyedot air,” kata Iskandar Muda.

Iskandar mengaku, masalah sulitnya air bagi petani Pardasuka sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Propinsi Lampung.

Andoyo

Loading...