Beranda News Budaya Antologi Puisi Baju Bulan Raih Penghargaan Sastra 2014

Antologi Puisi Baju Bulan Raih Penghargaan Sastra 2014

62
BERBAGI
Leon Agusta, Joko Pinurbo,dan Nirwan Niwanto saat menerima penghargaan.
JAKARTA,
Teraslampung.com –
Kumpulan puisi Baju Bulan karya Joko Pinurbo berhasil
menjadi pemenang pertama dalam pemilihan Penghargaan Sastra 2014 Badan Bahasa, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 30 Oktober 2014.
F.
Rahardi, salah satu dewan juri Penghargaan Sastra Badan Bahasa, mengatakan
karya Joko Pinurbo unggul dibanding 30 karya sastra lain yang terbit selama
lima tahun terakhir.
Pemenang
kedua adalah Gendang Pengembara, kumpulan puisi dari Leon Agusta, dan pemenang
ketiga adalah Buli-Buli Lima Laki, kumpulan puisi dari Nirwan Dewanto.
Selanjutnya, pemenang akan dikirim untuk mengikuti SEA Write Award di Bangkok,
Thailand.
Sementara
itu, Embi C. Noer mewakili dewan juri Festival Musikalisasi Puisi Tingkat
Nasional menetapkan peserta dari Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari
enam orang yaitu Faisal Yunus, Humaerah Auliya Umar, Khusnul Hatimah, Aldi
Anwar, Muhamad Aris, dan Andi Abdillah yang berasal dari SMAN 2 Barru sebagai
penampil terbaik pertama.
Ira
Hapsari, yang mewakili dewan juri Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional,memutuskan
bahwa pemenang pertama adalah pasangan Duta Bahasa Provinsi Bali yaitu Ayu Ladah
Carolina dan Made Adi Suadnyana.
Penghargaan Sastra
merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa tahun 2014
yang diadakan  Pusat Pembinaan dan
Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Selain
Penghargaan Sastra, kegiatan lainnya Festival Musikalisasi Tingkat Nasional,
dan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.
Kepala
Badan Bahasa, Mahsun, mengatakan bahwa tiga kegiatan ini terkait dengan
pemanfaatan bahasa sebagai medium, yaitu bagaimana penulis memanfaatkan bahasa
untuk menuangkan gagasannya, bagaimana melantunkan puisi dengan musik, dan penguatan
kompetensi berbahasa Indonesia (UKBI).
Mahsun
mengatakan, untuk selanjutnya kegiatan ini akan diselenggarakan tidak selalu di
Jakarta, tetapi di daerah lain sehingga semangat keindonesiaan dapat terus
terjaga.
Kepala
Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Yeyen Maryani mengatakan, secara umum
seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terkait peran duta bahasa,
menurutnya yang terpenting adalah bagaimana Badan Bahasa memberdayakan duta
bahasa dalam konteks membina dan memasyarakatkan bahasa Indonesia sehingga
memberikan kontribusi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa
Indonesia.