Beranda Teras Berita Aparat Gabungan Polresta Ringkus Bandar Narkoba Bersenpi

Aparat Gabungan Polresta Ringkus Bandar Narkoba Bersenpi

174
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasat Reskrim, Kompol Dery Agung Wijaya saat menunjukkan barang bukti senjata api rakitan, didamping Kasat Narkoba, AKP Yustam Dwi Heno yang menunjukkan barang bukti pil ekstasi milik tersangka Arba. (Foto: Teraslampung.com/Zainal)

BANDARLAMPUNG – Tim gabungan Satuan Reskrim dan Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung meringkus residivis bandar narkoba, Arba Dinata (28), warga Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Kebon jahe, Kecamatan Tanjungkarang Timur Bandarlampung.

Tersangka ditangkap di jalan Karimun Jawa Sukarame Bandarlampung, pada Senin (17/11) sekitar 23.00 Wib. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa, satu pucuk senjata api rakitan beserta lima butir amunisi kaliber 4,5 milimeter, 22 paket kecil sabu-sabu, 3paket sedang sabu-sabu, satu plastik bening berisikan sabu-sabu, satu pack plastik, satu buah timbangan digital dan 136 butir pil ekstasi

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya dan didampingi dengan Kasat narkoba AKP Yustam Dwi Heno mengatakan, ditangkapnya tersangka Arba Dinata berdasarkan hasil penyelidikan petugas tim gabungan dari Satnarkoba dan Satreskrim Polresta Bandarlampung tentang adanya seseorang yang diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan Bandar Narkoba.

“Atas informasi tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan dan penyamaran selama beberapa hari dengan berpura-pura sebagai pembeli. Kemudian terjadi kesepakatan transaksi dengan tersangka, saat itulah petugas langsung membekuk tersangka. Ketika digeledah, ditemukan barang bukti berupa 2 paket kecil sabu-sabu,”kata Dery kepada wartawan, Rabu (19/11).

dijelaskannya, petugas kemudian melakukan pengembangan kerumah kontrakan tersangka Arba Dinata yang berada di Jalan Karimun Jawa, Kelurahan Kebun Jahe, Kecamatan Sukarame Bandarlampung, saat digeledah di rumah tersebut petugas kembali menemukan cukup banyak barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang disembunyikan tersangka disamping rumahnya didalam sebuah tas warna hitam.

“Barang bukti yang diamankan dari rumah tersangka, 20 paket kecil sabu-sabu, tiga paket sedang sabu-sabu dalam plastik bening, satu pack plastik klip, satu plastik bening berisikan kristal sabu, satu buah timbangan digital, 136 butir pil ekstasi warna hijau muda, satu buah sendok emas, satu buah sendok plastik terbuat dari pipet plastik warna putih dan satu pucuk senjata api rakitan dengan  lima butir amunisi kaliber 4,5 milimeter. Semua barang bukti dan tersangka, kini diamankan untuk dilakukan pengembangan,”kata dia.

Ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Arba bahwa narkoba didapat tersangka dengan cara membeli dari seseorang berinisial SRP kini masuk daftar pencarian orang (dpo). Terkait dengan ditemukannya senjata api rakitan beserta amunisi, bahwa senjata api didapat tersangka dari orang yang saat itu mencuri motor dan ditangkap massa. Tersangka mengambil tas pelaku itu yang isi didalamnya adalah pistol, dan sudah satu tahun tersangka Arba memiliki senjata api tersebut. Namun tersangka tidak mengakui bahwa senjata api itu digunakan untuk melakukan tindak kejahatan pencurian sepeda motor.

“Saat ini kami masih mendalami asalnya darimana senjata api dan amunisi tersangka mendapatkannya. Selain sebagai bandar narkoba, tersangka Arba ini juga tercatat sebagai pelaku curanmor dan seorang resdivis narkoba yang sudah dua kali masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” jelas Dery.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno menuturkan, tersangka Arba memang seorang resedivis dan sudah dua kali masuk penjara karena kasus narkoba yakni pada tahun 2010 dan 2011. Untuk barang bukti seperti sabu-sabu dan ekstasi yang diamankan, didadapat tersangka dengan cara membeli dari seseorang temannya yang berinisial SPR (DPO) di daerah Sukarame seharga Rp 40 juta per 40 gramnya. Kemudian sabu-sabu dipecah menjadi beberapa paket kecil yang akan dijual dalam satu paketnya seharga Rp1,2 juta per gramnya. Dalam satu gramnya, tersangka mendapat keuntungan sebesar Rp 200 ribu.

“Sementara untuk barang bukti 136 butir pil ekstasi, barang haram itu milik SPR (DPO) dan tersangka Arba disuruh oleh SPR untuk mengantarkan kepada pemesannya dengan diberi upah sebesar Rp500ribu. Tersangka  sudah tiga kali dapat titipan ekstasi, selain untung jual tersangka juga mengaku untung bisa pakai,” kata Yustam.

Atas keterangan tersangaka, sambung Yustam, petugas  kemudian melakukan pengejaran terhadap SPR diduga sebagai pemasok narkoba, namun SPR sudah tidak ada ditempat dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Akibat dari perbuatannya, tersangka Arba dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pejara palling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu juga, tersangka Arba melanggar undang-undang Darurat No.12 tahun 1951 tentang kepemilikan sejata api tanpa izin dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya.

Loading...