Beranda Medsos Trending Ara Mengaku 100 Persen Salah dalam Kasus Anies Dicegah Paspampres Dampingi Jokowi...

Ara Mengaku 100 Persen Salah dalam Kasus Anies Dicegah Paspampres Dampingi Jokowi Serahkan Piala Presiden

402
BERBAGI
Anies Basedan dan Maruarruar Sirait (Foto: dok Panitia Piala Presiden)

TERASLAMPUNG.COM — Kasus gagalnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilarang Paspampres untuk mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan Piala Presiden di Gelora Bung Karno, Sabtu malam (17/2/2018) menjadi viral di medsia sosia (medsos).

Anies dan Prabowo panen pujian. Paspampres pun panen hujatan. Ujungnya, hujatan mengarah ke Presiden Jokowi.

Apa yang sebenarnya terjadi terkait insiden itu? Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait (Ara) membeberkan kronologisnya kepada para wartawan, Senin siang, 19 Februari 2018.

Pemain film pada era 1980-an itu mengaku kasus yang menjadi sorotan publik itu bersumber darinya yang tidak tahu sistem protokoler. Ara mengaku bersalah atas insiden dicegahnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo ke podium final Piala Presiden 2018.

“Saya harus sampaikan tidak ada orang yang paling bertanggung jawab. Saya paling bertanggung jawab,” ujar Ara dalam konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Ara mengakui  menjadi pihak utama yang menyerahkan nama untuk mendampingi Jokowi menyerahkan trofi kejuaraan Piala Presiden 2018 kepada Persija selaku pemenang.

“Harusnya Pak Anies bersama-sama menerima (ucapan selamat). Saya tidak mengerti protokoler, nama-nama dari saya. Jangan salahkan Paspampres karena dia bekerja berdasarkan siapa disebut nama-namanya. Seratus persen salah saya,” katanya.

Sebelumnya, pihak Istana Presiden melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden,Bey Machmudin, menyatakan tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia.

“Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo. Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah,” kata Machmudin.

Menurut Bey Machmudin, selama pertandingan Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedang sangat menikmati jalannya pertandingan final.

“Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol. Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija,”katanya.