Beranda News Pilgub Lampung Arinal Djunaidi Jabarkan Potensi SDA Tanggamus

Arinal Djunaidi Jabarkan Potensi SDA Tanggamus

167
BERBAGI
Arinal Djunaidi menyapa waga Tanggamus sebelum pentas wayang kulit di Lapangan Desa Sridadi Kecamatan Wonosobo dimulai, Jumat malam (4/8/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Bakal calon Gubernur  Lampung 2019-2024, Arinal Djunaidi, menggelar pentas wayang kulit di Lapangan Sridadi, Wonosob, Tanggmus dengan dalang Ki Enthus Susmono, Jumat malam (4/8/2017). Sambil menyuguhkan hiburna, Arinal ingin menyerap aspirasi warga Tanggamus terkait dengan pembangunan.

Ketua DPD Partai Golakar Lampung ini mengatakan, wilayah Kabupaten Tanggamus penuh dengan keragaman:  berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sumber daya alam (SDA) yang cukup baik, setidaknya ada 1.500 hektare lahan emas yang berada di Tanggamus, serta ada 62 sungai yang mengalir di Tanggamus, kemudian di TNBBS banyak hewan seperti Badak, Ular, Rusa dan lain-lain.

Sebagai mantan orang nomor satu di Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Arinal mengaku cukup paham dengan potensi tersebut.

“Ada (tanaman) anggrek terbesar di Indonesia, potensi wisata Tanggamus yang baik,” kata Kadis Kehutanan Lampung selama enam tahun itu.

Kemudian, kata Arinal, Kecamatan Kotaagung memiliki laut yang membentang luas, masih alami, dan belum banyak terkontaminasi.

“Semua itu harus dijaga, sebab tidak semua semua kabupaten/kota memiliki potensi tersebut,” katanya.

Menurut Arinal laut di wilayah Tanggamus juga kaya ikan dan begitu berpotens. Ia menyebut, di Tanggamus ada pulau kecil yang amat berpotensi akan ikan tuna dan (banyak) terbesar di Indonesia,

“Namun siapa yang memanfaatkan? Yang memanfaatkan negara Autralia , Selandia Baru. Nanti saya perjuangkan agar kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Sebentar lagi Tanggamus akan menjadi kawasan industri maritim (KIM) saya akan percepat(jika jadi gubernur),” kata dia.

Selain potensi hayati dan hewani, Arinal juga mengatakan, sektor pertanian di Tanggamus juga memberikan kontribusi di tingkat nasional, alasannya kata dia, karena kumpulan dari beberapa kabupaten/kota di Lampung.

“Jadi nomor 7 pemasok pangan (tingkat nasional). Saya juga punya konsep(pengelolaan) kopi, saya pernah jadi Kadis Pertanian, Kehutanan, dan Sekdaprov, jadi soal pertanian, kehutanan, dan lain-lain saya paham,” katanya.

Loading...