Beranda News Pilgub Lampung Arinal Djunaidi Janji Pertahankan Provinsi Lampung Sebagai Bumi Agribisnis

Arinal Djunaidi Janji Pertahankan Provinsi Lampung Sebagai Bumi Agribisnis

330
BERBAGI
Arinal Djunaidi

TERASLAMPUNG.COM — Cagub Lampung Arinal Djunaidi berjanji akan mempertahankan Provinsi Lampung sebagai bumi Agribisnis. Menurutnya, Provinsi  Lampung sangat kaya akan sumber daya alam,tetapi belum dikelola dengan baik

“Selintas kalian terlihat kaya, tapi kalau gak buah juga percuma. Dimana kopinya? Saya sengaja datang ke sini untuk memperkenalkan diri. Saya ingin menyapa, selamat berpuasa, dan dalam waktu dekat kita menyambut Lebaran. Selamat Hari Raya Idulfitri mohon maaf lahir batin,” kata mantan Sekda Provinsi Lampung itu, di Lapangan Desa Sinar Harapan, Sungkai Barat, Lampung Utara, Selasa, 12 Juni 2018.

Arinal mengungkapkan, sudah banyak kecamatan di Lampung yang dia datangi. Menurutnya, persoalan yang dihadapi warganya sama,yaitu petaninya miskin.

“Persoalannya sama, petani miskin. Tanahnya bagus, petaninya pinter, tapi rakyatnya miskin, ini yang aneh menurut saya,” katanya.

Menurutnya, ia mencalonkan diri sebagai gubernur karena ingin mengubah ketimpangan antara di desa dan di kota.

“Supaya hidup kita berubah antara kota dan desa jauh ketimpangannya. Oleh karenanya ini yang ingin saya lakukan, bagaimana caranya. Saya anak petani. Bisa merubah nasib petani menjadi lebih baik lagi,” kata dia.

Arinal mengatakan, masyarakat Lampung 65 persennya berada di desa.

“Saya sebagai orang pertanian sangat paham. Kalau ingin hidup kalian berubah, dengar baik-baik, 16 Maret lalu saya meresmikan Kartu Petani Berjaya. Belum jadi gubernur saya sudah peduli dengan petani,” katanya.

Menurut Arinal, Kartu Petani Berjaya digunakan untuk mempersiapkan para petani, ketika ingin menanam ada bibit dan benih bermutu.

“Untuk produksi lebih baik lagi. Kemudian pupuk, tidak ada alasan lagi ketika ingin menggunakan pupuk, pupuk tidak ada. Ketika mau mupuk, pupuk sudah ada di daerah petani dan siap digunakan. Kalau ada serangan hama penyakit, obat sudah ada di kecamatan. Pokoknya tidak ada alasan ketika panen, produksi meningkat dan dijual dengan harga yang menguntungkan petani,” ujarnya.