Beranda Iklan Advetorial Arinal Sapa Warga Lambar, Ribuan Warga Sekincau Antusias Saksikan Pentas Wayang Kulit

Arinal Sapa Warga Lambar, Ribuan Warga Sekincau Antusias Saksikan Pentas Wayang Kulit

244
BERBAGI
Arinal Djunaidi (berpeci dan berjaket Golkar, tengah) menyaksikan pertunjukan wayang kulit bersama ribuan warga Sekincau, Sabtu malam (1/7/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Malam Minggu (1/7/2017) menjadi malam Minggu spesial bagi warga Pekon (Desa) Pampangan, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat. Berbeda dengan hari-hari biasa yang sepi, Sabtu malam kali ini suasana pekon terlihat ramai.

Warga mulai berdatangan ke Lapangan Desa sejak lepas magrib untuk menyaksikan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Enthus Susmono. Ini juga wayangan spesial, karena Ki Enthus datang bersama si empunya perhelatan, yakni Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi.

Pementasan ini diselenggarakan oleh Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) pimpinan Himawan Imron dalam rangka sosialisasi bakal calon Gubernur Lampung periode 2019-2024, Arinal Djuniedi. Arinal orang Lampung asli, tetapi ia mencintai seni budaya nusantara, termasuk wayang kulit.

“Wayang kulitnya Ki Enthus berbeda, karena ada selingan bahasa Indonesia dan guyonan yang bisa dimengerti banyak orang,” kata Arinal.

Lepas Isya, lapangan pun sudah penuh. Ribuan warga Lampung Barat baik yang berasal dari etnis Jawa, Lampung, Sunda, Semendo, maupun etnis lain siap menyaksikan Ki Enthus pentas wayang kulit hingga pagi.

Sekitar 1.500 an kursi di bawah tenda pementasan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang asal Tegal Jawa Tengah, ki Enthus Susmono.

Ketika berangsur malam, ribuan orang terus merangsek di sekitar tenda dan sebagian besar menyaksikannya lewat layar lebar yang disediakan di kanan dan kiri tenda besar.

Ki Enthus, malam itu membabar lakon Wahyu Mahkutho Romo, yakni sebuah lakon yang sarat dengan berbagai nasihat untuk para calon pemimpin negeri.

Pembawaan Enthus Susmono yang khas memadukan pentas seni tradisional dalam kemasan berbagai peralatan modern memberikan warna yang komplit seorang seniman yang penuh dengan inspirasi.

Bahasa yang dipergunakan pun ada beberapa yang dipilih, mulai dari bahasa Indonesia, bahwa Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat yang disesuaikan dengan daerah dimana banyak masyarakat berasal.

Pementasan yang berakhir pukul 03.00 wib itu tetap penuh dengan penonton yang ingin menyaksikan jalannya cerita Wahyu Makitho Romo hingga tuntas.

Sebelumnya Arinal Djunaedi yang tampil dalam pembukaan malam itu menitipkan agar ki dalang memberikan pencerahan dan nasihat kepada masyarakat dalam rangka berkehidupan dengan sesama anggota masyarakat lainnya.

Arinal juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kelestarian hutan yang mayoritas masih terhampar luas di daerah ini, untuk dijaga, dilestarikan dan dibudidayakan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

ADVETORIAL

Loading...