Beranda News Nasional Arti Gelar Adat Komering bagi Presiden Jokowi dan Iriana

Arti Gelar Adat Komering bagi Presiden Jokowi dan Iriana

188
BERBAGI
Jokowi menunjukkan piagam pemberian gelar adat Komering dari Majelis Adat Komering, Minggu (25/11/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima gelar adat tertinggi dari masyarakat Komering, Sumatra Selatan, pada Minggu, 25 November 2018. Penganugerahan gelar adat digelar di Griya Agung, Kota Palembang, sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih masyarakat Sumatra Selatan kepada Presiden.

Presiden Jokowi dalam kesempatan itu mendapat gelar kehormatan “Rajo Balaq Mangku Nagara” yang berarti raja besar pemangku negara. Sementara Ibu Iriana memperoleh gelar “Ratu Indoman” yang dapat dimaknai sebagai ratu yang mengayomi sekaligus tempat berkeluh kesah dan memberi perlindungan bagi keluarga.

Dalam sambutannya, Jokowi mengucapkan terima kasih atas gelar yang telah diberikan kepada dirinya dan Ibu Iriana. Jokowi menilai gelar yang diberikan memiliki arti sebuah amanah bagi dirinya untuk memajukan adat dan kesejahteraan masyarakat di Sumatra Selatan.

“Saya dan Ibu Iriana memaknai semangat adok, semangat jajuluk, semangat gelar Rajo Balaq Mangku Negara dan Ratu Indoman yang dianugerahkan kepada kami berdua adalah sebagai pesan, harapan, dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat dan memajukan adat Komering serta untuk selalu memajukan kesejahteraan Sumatra Selatan,” ujarnya.

Presiden juga meyakini bahwa adat, tradisi, dan kebudayaan bangsa adalah sumber energi besar bagi kemajuan Indonesia. Sebuah modal bagi kita untuk dapat memajukan bangsa.

“Kita memiliki 714 suku, dengan budaya masing-masing, dengan adat masing-masing, dengan tradisi, masing-masing, dengan energi masing-masing,” kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, Indonesia memang sudah digariskan untuk terlahir dengan perbedaan budaya, adat, dan bahasa yang beragam. Hal itu merupakan anugerah Allah yang harus kita syukuri dan harus kita jaga kesatuannya sebagai aset terbesar bangsa.

“Jangan sampai Indonesia maju secara teknologi tapi mundur secara kebudayaan. Teknologi indonesia maju, tradisi, adat dan kebudayaan bangsa kita juga harus ikut maju,” tuturnya.

Maka itu, Presiden Joko Widodo berpesan kepada masyarakat adat Komering di Sumatra Selatan untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Saya ingin mengajak masyarakat adat Komering untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan Indonesia, menjaga kerukunan negara kita Indonesia,” tandasnya.

Prosesi pemberian gelar tersebut atau yang di wilayah setempat biasa disebut dengan nabuh jajuluk diawali dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Presiden Joko Widodo, didampingi oleh tetua adat, meniti “titian agung” yang berupa tiga lembar tikar yang dilapisi kain putih sepanjang empat meter untuk kemudian duduk bersama.

Selanjutnya, tetua adat mengumumkan kepada masyarakat yang hadir mengenai pemberian gelar adat masyarakat Komering kepada Presiden dan Ibu Iriana sekaligus meminta persetujuan dan pertimbangan dari masyarakat. Gong adat kemudian ditabuh sebagai tanda pemberian gelar.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru.

Ungkapan Hati Masyarakat Komering

Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, Romli Mustika Ratu, mengatakan gelar yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana merupakan bentuk ungkapan  hati warga komering terhadap Presiden RI.

“Dalam proses pemberian gelar dibutuhkan rapat dan ritual khusus. Mereka bangga dengan kepemimpinan Presiden Jokowi,” kata Romli Mustika Ratu.

Dalam prosesi upacara pemberian gelar berlangsung di Griya Agung Palembang, penyematan dilakukan Ketua Majelis Tinggi Adat Komering, Romli Mustika Ratu. Sementara piagam penghargaan diserahkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru bersama Istrinya, Febrita Lustia Deru.

“Dengan penyematan gelar itu, masyarakat Komering berharap Presiden bisa lebih memberikan kesejahteraan, serta memajukan adat, tradisi dan budaya masyarakat Indonesia,” kata dia.

Senada dikatakan Gubernur Sumsel, Herman Deru. Menurut dia, kepemimpinan Jokowi sudah sangat baik dengan pesatnya pembangunan.

“Pemberian adob ini memiliki makna simbolik bahwa masyarakat Komering memberikan penghargaan tertinggi terhadap seseorang yang memiliki peran penting bagi kemajuan bangsa,” ungkap Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

“Pemberian adob, jajuluk atau gelar ini merupakan salah satu bentuk pelestarian dan kemajuan budaya. Sudah melalui proses dan ritual adat masyarakat Komering dengan para Tetua Adat menggelar rapat menetapkan tokoh yang diberikan,” terangnya.

Deru mengatakan, upacara atau ritual yang dilakukan menjadi wujud penghormatan budaya leluhur yang telah turun temurun diwariskan. Gelar ini diberikan kepada seseorang baik dari suku komering sendiri atau diluar komering.

“Budaya Komering tetap hidup dan bertahan di tengah kemajuan zaman yang modern. Pemberian gelar juga sebagai pemantik untuk mendorong kebudayaan suku lainnya di Sumatera Selatan,” ujar Deru.

Loading...