Beranda News Lampung Arus Mudik-Arus Balik Idul Fitri 1437 H, 9 Pemudik Meninggal di Lampung

Arus Mudik-Arus Balik Idul Fitri 1437 H, 9 Pemudik Meninggal di Lampung

302
BERBAGI
Terminal Rajabasa Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Selama 11 hari berlangsungnya arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1437 H ((30 Juni hingga 10 Juli 2016), jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Lampung mencapai 25 kasus. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang.

Kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, mengalami penurunan sekitar 24 persen dibandingkan tahun 2015 lalu mencapai 33 kasus.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Lampung saat arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2016 ini sebanyak 25 kasus, jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 24 persen dibandingkan tahun 2015 lalu yang mencapai 33 kasus.

“Kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sebagian besar terjadi di jalur mudik. Untuk di jalur mudik ada 22 kejadian kecelakaan lalu lintas, tiga kejadian lainnya bukan di jalur mudik,”kata Sulis, Senin (11/7/2016).

Sulis mengutarakan, jumlah korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Di tahun 2016 ini, korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang. Sementara ditahun 2015 lalu, korban meninggal dunia sebanyak 16 orang.

Korban luka berat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 29016 di Lampung, kata Sulis, mengalami penurunan.  Pada  tahun 2015 lalu sebanyak 29 orang, sedangkan tahun 2016 sebanyak 28 orang.

Sedangkan korban luka ringan mengalami kenaikan, ditahun 2016 korban luka ringan ada sekitar 21 orang dan tahun 2015 lalu sebanyak 18 orang.

“Korban kecelakaan lalu lintas, didominisasi bukan dari pemudik. Korban pemudik, hanya dua orang dan 56 orang lainnya bukanlah pemudik,”terangnya.

Menurut Sulis, kerugian material yang diderita pemudik pada tahun 2016 sebesar Rp 235 juta, sedangkan pada tahun lalu, kerugian materil mencapai Rp 400 juta.