AS Dibekuk Polisi Saat Pesta Sabu Bersama Suaminya

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

AS saat diperiksa polisi, Senin (27/10). Foto: Teraslampung.com/Zaenal

BANDARLAMPUNG- Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, menggerebek sebuah rumah yang diduga kerap dijadikan untuk pesta sabu-sabu di Jl. Ikan Paus Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selata, Bandarlampung, Sabtu (25/10). Dari rumah tersebut, diamankan seorang tersangka wanita berinisal AS (21) yang kedapatan sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu.

div class="__mango" data-placement="5690">

AS warga jalan Ikan Sembilan Kelurahan Sukaraja, Telukbetung Selatan tidak berkutik saat petugas datang melakukan penggrebekan. Saat digeledah, polisi menemukan satu paket kecil sabu, satu buah korek api, dan sebuah pipa kaca. Kini, tersangka AS bersama barang bukti diamankan di Mapolresta Bandarlampung.

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno, mengatakan penggrebekan dan penangkapan terhadap yang dilakukan terhadap tersangka AS, berdasarkan informasi dari masyarat bahwa ada sebuah rumah di Jl. Ikan Paus yang kerap dijadikan tempat pesta sabu. Berdasarkan informasi tersebut, polisi  langsung  melakukan penyelidikan dan penggerebekan.

Saat dilakukan penggeledahan, sambung Yustam, ditemukan barang bukti tiga botol kaca salah satunya terdapat karet Dot, satu buah kotak rokok filter yang didalamnya berisikan satu buah tutup botol warna hijau.

“Kami amankan juga satu buah korek api gas, satu buah pipa kaca, dua buah sedotan, dan sebuah plastik klip bening berisikan satu paket kecil sabu. Semuanya kini sudah diamankan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” kata Yustam kepada wartawan, Senin (27/10).

Saat diperiksa, tersangka AS mengaku barang-barang tersebut bukanlah miliknya melainkan milik suaminya yakni PH. Suami AS berinisial PH berhasil kabur saat petugas datang melakukan penggerebekan.

Tersangka AS bakal dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU RI No35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat empat tahun penjara.

  • Bagikan