Beranda Views Kopi Pagi Asa dan Hati Pakde Hancur Direnggut Sopir Truk Biadab

Asa dan Hati Pakde Hancur Direnggut Sopir Truk Biadab

173
BERBAGI

Oleh Nurcholis

Pakde. Begitulah biasa anak-anak memanggil sopir mobil abonemen yang mengalami kecelakaan maut Senin siang itu. Lelaki berumur 60-an tahun tersebut begitu sabar, telaten, dan dekat dengan anak-anak.

Anak saya, Irgi Falih Erlito, bahkan tak mau pindah abonemen,karena saking lengketnya dengan Pakde. Padahal, mobil Pakde sudah tua, tanpa AC,  dan terkadang ngadat. Tapi sosok Pakde telah memikat hati puluhan anak.

Pernah suatu ketika Pakde ke rumah: mau pinjam uang untuk biaya nikah anaknya. Dia banyak bercerita soal keluarganya.

Sudah lebih dari 15 tahun dia berpisah dengan isterinya yang kerja di Malaysia. Pakde berjuang menghidupi kelima anaknya sendirian hingga kini.

Usai sholat subuh, Pakde sudah meluncur dari rumahnya di Gunungterang, Bandarlampung menuju Branti, Lampung Selatan Dia jemput satu per satu anak -nak yg jadi langganannya. Kemudian mengantarkan anak-anak itu ke SD Al Kautsar di bilangan Rajabasa, Bandarlampung. Sampai di kompleks Al Kautsaru biasanya pukul 07.00 WIB tepat.

Untuk meraih simpati anak-anak, Pakde tiap hari membelikan jajanan, terutama kepad anak yang tidak membawa uang saku. Kalau ada anak yang sakit, Pakde juga menggendongnya sampai depan rumah.

Di usia senjanya Pakde masih sehat bugar. “Rahasianya minum air putih yang banyak,” ucapnya menasihati saya.

Kini Pakde dirundung duka. Mobil tua satu-satunya yang kini menjadi alat untuk mengais rezeki diseruduk truk. Pakde sangat sedih. Bukan semata-mata karena mobilnya ringsek dan kehilangan mata pencaharian. Ia juga sedih lantaran salah satu dari anak yang biasa dia antar-jemput terenggut nyawanya dalam kecelakaan tersebut. Nahasnya, sopir truk yang menabrak mobil Pakde tidak bertanggung jawab. Si sopir langsung ngacir tanpa mempedulikan nasib Pakde dan anak-anak.

Pakde memang selamat dalam kecelakaan itu. Namun, barangkali kini hati Pakde sudah hancur. Saya yakin beba Pakde kini begitu berat. Dia kehilangan anak yang begitu menyayanginya. Mobil yang jadi mata pencariannya pun sudah hancur bersama asanya.

Baca Juga: Mobil Abonemen Diseruduk Truk: Seorang Siswa Tewas, Dua Luka Berat