Beranda Asian Games Asian Games 2018, Defia Rosmaniar Terima Bonus Rp1,5 Miliar

Asian Games 2018, Defia Rosmaniar Terima Bonus Rp1,5 Miliar

998
BERBAGI
Menpora Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar karena berhasil meraih medali emas pada cabang taekwondo Asian Games 2018 (Foto: Dok. Kemenpora)
Menpora Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar karena berhasil meraih medali emas pada cabang taekwondo Asian Games 2018 (Foto: Dok. Kemenpora)

TERASLAMPUNG.COM — Defia Rosmaniar, atlet taekwondo yang meraih emas pertama untik Indonesia pada ajang Asian Games 2018, menerima bonus Rp1,5 miliar dari pemerintah. Penyerahan bonus dilakukan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, Senin (20/8/2018).

“Bonus diberikan cash dan akan ditransfer langsung ke rekening atlet. Jelas ya, jangan ‘kemakan’ hoax,” ungkap Menpora di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Menteri Imam Nahrawi berharap masih akan banyak medali-medali emas dari pejuang-pejuang olah raga Indonesia di ajanv Asian Games 2018.

Defia memang menjadi salah satu atlet yang diprediksi dapat meraih emas pada Asian Games 2018.

Taekwondoin 23 tahun itu mengawali langkah pada nomor poomsae putri menghadapi wakil Hong Kong Wong Ka Yiu. Kemenangan dengan skor 8.220-7.690 memastikan langkah Rosmaniar ke perempat final.

BACA: Defia Raih Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018

Pada babak delapan besar Rosmaniar menang atas wakil Vietnam Chau Tuyet Van dengan skor 8.460-8.330.

Selanjutnya di babak semifinal, atlet kelahiran Bogor itu menghadapi lawan tangguh asal Korea Selatan. Skor 8.520-8.400 memastikan Defia ke partai perebutan medali emas.

Defia Rosmaniar lahir di Bogor pada tanggal 25 Mei 1995. Masih sangat muda tapi sudah bisa mengharumkan nama bangsa. Walaupun masih sangat muda, Defia sudah dipercaya menjadi bagian dalam Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Saat ini, Defia tercatat sebagai mahasiswi di Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jurusan Pendidikan Olahraga. Begitu cintanya pada dunia olahraga membuat Defia memilih melanjutkan pendidikannya dengan jurusan pendidikan olahraga.

Defia berhasil mengalahkna atlet Iran, Salahshouri Marja, dengan skor 8.690 – 8.470 mulai mengenal taekwondo sejak duduk di bangku SMP dari kakak sepupunya.

Defia pernah berhasil membawa medali Silver untuk Team Female Kejurnas dari Korean Ambassador. Selain itu Defia juga berhasil membawa pulang emas di Individual Female PonJabar XIX 2016, Team Female PonJabar XIX 2016, Team Female Senior Kejurnas Mahasiswa Lombok Mataram 2016 dan Medali Silver Untuk Individual Female Senior Kejurnas Mahasiswa Lombok Mataram 2016.

Orang yang ingin sukses dalam hidupnya memang harus memiliki moto hidup. Seperti Defia ini, moto hidup yang menjadi panutannya adalah “Dream Big, Work Hard and Stay Humble”.

Loading...