Beranda Asian Games Asian Games Awalnya Dirintis Jepang, Filipina, dan Tiongkok

Asian Games Awalnya Dirintis Jepang, Filipina, dan Tiongkok

1450
BERBAGI
Petenis ganda campuran Indonesia Christopher Rungkat (kanan) dan Aldila Sutjiadi (kiri). ANTARA /INASGOC/M N Kanwa

TERASLAMPUNG.COM — Asian Games 2018 yang berlangsung di Kota Jakarta dan Palembang ditutup secara meriah di Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu malam (2/9/2018).

Bagi Indonesia, perhelata Asian Games kali ini adalah momen pencapaian prestasi terbaik karena bisa berada pada posisi keempat setelah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Sebelumnya, meskipun menjadi tuan rumah Indonesia masih di bawah Thailand atau India.

Keperkasaan Tiongkok pada hampir semua perhelatan Asian Games sebenarnya bukan tanpa sebab. Selain berpenduduk paling besar di Asia, negara yang lebih dikenal sebagai Republik Rakyat China (RRC) itu China itu memang memiliki jejak panjang. Tiongkok merupakan salah satu dari tiga negara perintis Asian Games disamping Jepang dan Filipina. Sebagai negara perintis Asian Games, Tiongkok tentu memiliki semangat untuk memperkukuh kedudukan sebagai negara paling super di bidang olahraga di Asia.

Sejarah Asian Games

Dikutip dari wikipedia.com, Asian Games awalnya merupakan ajang olahraga di Asia kecil. Far Eastern Championship Games diadakan untuk menunjukkan kesatuan dan kerja sama antar tiga negara, yaitu Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina, dan Republik Tiongkok. Far Eastern Championship Games pertama diadakan di Manila pada tahun 1913. Negara Asia lainnya berpartisipasi setelah diselenggarakan. Far Eastern Championship Games dihentikan pada tahun 1938 ketika Jepang menyerbu Tiongkok dan aneksasi terhadap Filipina yang menjadi pemicu perluasan Perang Dunia II ke wilayah Pasifik.
Asian Games

Setelah Perang Dunia II, sejumlah negara di Asia menerima kemerdekaannya. Negara-negara baru tersebut meninginkan sebuah kompetisi yang baru di mana kekuasaan Asia tidak ditunjukkan dengan kekerasan dan kekuatan Asian diperkuat oleh saling pengertian. Pada Agustus 1948, pada saat Olimpiade di London, perwakilan India, Guru Dutt Sondhi mengusulkan kepada para pemimpin kontingen dari negara-negara Asia untuk mengadakan Asian Games. Seluruh perwakilan tersebut menyetujui pembentukan Federasi Atletik Asia.

Daftar tuan rumah dan juara Asian Games pertama hinggga ke-20 (dok wikipedia.com)

Panitia persiapan dibentuk untuk membuat rancangan piagam untuk federasi atletik amatir Asia. Pada Februari 1949, federasi atletik Asia terbentuk dan menggunakan nama Federasi Asian Games (Asian Games Federation). Dan menyepakati untuk mengadakan Asian Games pertama pada 1951 di New Delhi, ibu kota India. Mereka sepakat bahwa Asian Games akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Pada 1962, Federasi mengalami perselisihan atas diikutsertakannya Taiwan dan Israel. Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games menentang keikutsertaan Taiwan dan Israel. Pada tahun 1970, Korea Selatan membatalkan rencananya untuk menjadi tuan rumah Asian Games yang disebabkan karena ancaman keamanan dari Korea Utara, dan penyelenggaraan Asian Games dipindahkan ke Bangkok dengan pendanaan dari Korea Selatan.

Pada tahun 1973, Federasi mengalami perselisihan kembali setelah Amerika Serikat dan negara-negara lainnya mengakui keberadaan Republik Rakyat Tiongkok dan negara-negara Arab menentang keterlibatan Israel. Pada tahun 1977, Pakistan membatalkan rencananya sebagai tuan rumah Asian Games karena konflik yang terjadi antara Bangladesh dan Pakistan. Thailand menawarkan bantuan dan Asian Games diadakan di Bangkok.

Setelah beberapa penyelenggaraan Asian Games, Komite Olimpiade negara-negara Asia memutuskan untuk merevisi konstitusi Federasi Asian Games. Sebuah asosiasi baru, yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) dibentuk. India sudah ditetapkan sebagai tuan rumah pada tahun 1982 dan OCA memutuskan untuk tidak mengubah jadwal yang sudah ada. OCA resmi mengawasi penyelenggaraan Asian Games mulai dari tahun 1986 pada Asian Games di Korea Selatan.

Pada tahun 1994, berbeda dengan negara-negara lainnya, OCA mengakui negara-negara pecahan Uni Soviet, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Tajikistan.

Asian Games Musim Panas adalah ajang olahraga yang diadakan empat tahun sekali yang diikuti oleh seluruh negara Asia yang terdaftar dalam Dewan Olimpiade Asia (OCA).

 

Loading...