Beranda News Anakidah Asmara Berdarah, Warga Dua Kecamatan Bentrok, 6 Orang Tewas

Asmara Berdarah, Warga Dua Kecamatan Bentrok, 6 Orang Tewas

4697
BERBAGI
Warga mengevakuasi korban bentrokan (Foto: tabloidjubi.com)

TERASLAMPUNG — Warga di dua distrik (kecamatan) di Kabupaten Yahukimo, Papua, yakni Distrik Werima dan Distrik Nalca terlibat bentrok, Senin, 25 Juni 2018, mengakibatkan enam orang tewas.

Dalam konflik tersebut kedua kubu saling serang dengan panah dan batu serta alat tajam. Akibatnya selain menelan korban tewas, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka – luka. Selain itu tiga rumah juga dilaporkan terbakar akibat insiden ini.

Informasi sementara yang dihimpun Jubi menyebut, asal muasal bentrok antar masyarakat kedua distrik tersebut dipicu faktor asmara antar kedua distrik. Seorang perempuan dilaporkan berselingkuh dengan pria dari distrik Nalca sehingga menyebabkan bentrok antara kedua belah pihak. Data dari RSUD Dekai menyebut ada 33 korban luka yang dirawat akibat terkena panah, batu, luka bacokan.

Salah seorang tokoh masyarakat Yahukimo, Ones Pahabol yang terjun memantau TKP mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan kejadian ini. Ia juga meminta warga dari dua Distrik untuk menghentikan keributan yang terjadi agar tercipta suasana yang kondusif.

“Mari ciptakan situasi aman, setelah ini jangan lagi berlarut atau berkelanjutan lagi. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan. Saya minta warga kembali ke rumah masing-masing. Sampaikan pesan saya kepada setiap suku dan daerah yang ada di Dekai untuk menjaga suasana agar aman,” tegas mantan Bupati ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Yahukimo, Yulianus Heluka yang turut hadir di lokasi meminta masyarakat untuk turut serta menciptakan Yahukimo yang aman dan damai. Ia mengingatkan bahwa kerukunan antar suku haruslah menjadi prioritas semua pihak sehingga tercipta suasana damai di Yahukimo.

“Mari kita jaga kabupaten Yahukimo dari perbedaan suku dan bahasa yang ada. Saling menghargai sesama masyarakat. Cukup kejadian kali ini. Kami pemerintah tidak ingin balas-membalas dan bunuh-membunuh. Kita cinta damai. Jika ada yang salah, itu diproses sesuai hukum yang berlaku, bukan saling membunuh,” katanya.

TL/tabloidjubi.com

Catatan: Berita ini bersumber dari tabloidjubi.com di Papua. Penggunaan sebagian atau seluruh informasi harus seizin tabloidjubi.com. Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Loading...