Beranda News Anakidah ASN Lampung Utara yang tidak Percaya Covid-19 Ini Diamankan karena Sebarkan Video...

ASN Lampung Utara yang tidak Percaya Covid-19 Ini Diamankan karena Sebarkan Video Provokatif

1927
BERBAGI
Proses penjemputan SA yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Lampung Utara

TERASLAMPUNG.COM —Sudah jatuh, tertimpa tangga. Inilah pepatah yang mungkin tepat dialamatkan pada SA, oknum aparatur sipil negara (ASN) warga Lampung Utara yang menyelinap masuk dan membuat video ‘provokatif’ ‎di kompleks Islamic Center Kotabumi yang menjadi lokasi isolasi para pasien Covid-19 belum lama ini.

Selain berpotensi terpapar virus Corona, SA juga terancam terjerat persoalan hukum akibat perbuatannya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara menilai isi video yang dibuat oleh SA menjurus pada ujaran kebencian.

“SA dijemput ‎oleh tim pada Jumat malam (18/9/2020)” kata Ketua Sekretariat Posko Gugus Tugas Lampung Utara, Sanny Lumi, Sabtu (19/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya terpaksa mengamankan yang bersangkutan dikarenakan aksinya yang menyelinap masuk dan bercengkerama serta bersalaman dengan pasien ‎Covid-19 tidak dapat dibenarkan. Aksinya juga berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Apa yang dilakukannya berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Pihaknya telah melakukan tes swab atas SA pada malam itu juga. Kini, yang bersangkutan ditempatkan bersama para pasien Covid-19 lainnya di Kompleks Islamic Center. ‎Jika memang positif maka ia terpaksa meneruskan isolasi di Islamic Center.

“Aksi SA ini juga menyita perhatian pak Plt Bupati. Beliau menyarankan persoalan ini dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku,” tegas dia.

Sanny juga membenarkan, yang bersangkutan terancam terjerat persoalan hukum karena isi video yang dibuatnya. Isi video SA dinilai provokatif dan menjurus pada ujaran kebencian. Padahal, dalam penanganan pandemi Covid-19 dibutuhkan informasi yang baik dan benar.

“Terkait konten (‎isi video,red), kami serahkan pada aparat penegak hukum untuk penanganannya,” paparnya.

Sementara ‎mengenai begitu mudahnya SA menyelinap masuk meski selalu dijaga oleh para petugas jaga, Sanny menyerahkan persoalan ini kepada instansinya masing – masing. Hal ini dikarenakan para petugas jaga merupakan gabungan dair pelbagai instansi atau institusi.

“Kami serahkan pada instansinya masing – masing untuk dievaluasi,” kata dia. ‎

Sebuah video yang diduga ‘provokatif, tentang Covid-19 viral di media sosial Facebook sejak Jumat malam (18/9/2020). Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook ‘Suttan Dewan Agung’ pada pukul 21.00 WIB. Video dengan durasi 35 detik itu diduga diambil di kompleks Islamic Center Kotabumi yang menjadi lokasi isolasi puluhan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Video tersebut berisikan percakapan seorang laki – laki dengan pasien Covid-19.

Yang bersangkutan diduga berhasil menerobos masuk ke lokasi ‎untuk bertemu dengan rekannya. Lokasi itu sendiri diketahui selalu dijaga oleh para petugas yang bergantian tiap harinya. Belakangan diketahui, laki – laki yang sengaja memvideokan dirinya dan rekannya itu berinisial SA. Sementara laki – laki yang bersamanya berinisial TR, pasien Covid-19.

Dalam video tersebut, bahasa tubuh dan perkataan SA mengisyaratkan bahwa ia sama sekali tidak percaya bahwa rekannya, TR terpapar Covid-19. Mereka terlihat sangat berdekatan saat bercakap – cakap di video itu.

“Ini saya temu saudara TR yang lagi diisolasi. Yang menurut Satgas Covid, beliau ini positif kena Covid-19,” katanya dalam video.

Untuk membuktikan keraguannya terhadap keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang bersangkutan mengatakan telah bersalaman dengan TR. Salaman yang digunakan jenis salam komando. “Saya sudah salaman, coba salaman sekali lagi. ‎Salam komando,” tuturnya.

Di akhir videonya, ‎SA meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara untuk tidak aneh – aneh. Ia juga menyampaikan nama lengkapnya dalam video itu.

‎”Bagi petugas Covid se-Lampung Utara ini, jangan aneh – aneh. Catat nama saya, SA ya. Makasih,” kata dia tanpa menerangkan maksud “aneh – aneh” tersebut.

TIM

Loading...