Asyik, Ada Tontonan Kuda Lumping dalam Sosialisasi Pilkada di Waykanan

Bagikan/Suka/Tweet:
Kuda lumping dijadikan sarana KPU Waykanan untuk menyosialisasikan Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang.

TERASLAMPUNG.COM, Waykanan--Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Buay Bahuga dan KPU Way Kanan tergolong kreatif. Untuk menyosialisasikan Pilkada, KPU tidak melakukannya dengan cara formal, tetapi memanfaatkan seni kuda lumping. Dengan menggelar tontotan kuda lumping, masyarakat pun mudah dikumpulkan dan riang gembira mendapatkan sosialisasi tentang Pilkada.

Sosialisasi Pilkada dengan tontonan kuda lumping digelar KPU Waykanan  di Kampung Way Agung pada Senin, (12/10/2015). Menurut Ketua PPK Buay Bahuga, Supangat, sosialisasi melalui kesenian pentas seni merupakan salah satu metode sosialisasi dari beberapa cara yang telah dilaksanakan KPU Way Kanan.

“Kami memilih  tari kuda lumping sebagai media sosialisasi pilkada dikarenakan kesenian tersebut di nilai lebih merakyat, praktis, berbiaya relatif murah, dan lebih efektif karena dapat menyentuh masyarakat dalam berbagai usia maupun lapisan,” katanya.

Di samping itu, kata Supangat, hingga kini kesenian tradisional tari kuda lumping, merupakan salah satu seni pertunjukan yang banyak digemari masyarakat  di Kecamatan Buay Bahuga dan sekitarnya.

Aksi penari kuda lumping saat sosialisasi Pilkada di Kecamatan Buay Bahuga, Waykanan, Senin (12/10/2015).

Pria kelahiran Belitang 27 April 1976 tersebut menambahkan bahwa seni tradisional ini memiliki unsur legitimasi kultural dan bersifat fleksi­bel serta mudah diterima oleh khalayak, menghibur serta menggunakan bahasa lokal – maka informasi tentang Pilkada. Misalnya  proses/tahapan pilkada, pasangan calon (paslon), kampanye, hingga tempat pemungutan suara dan cara penyoblosan, disisipkan dengan sangat proporsional.

“Tanpa menghilangkan nilai-nilai seni yang berlangsung, di tengah-tengah babak pentas (saat pergantian babak) kami sisipkan pesan untuk penonton. Misalnya melontarkan pertanyaan kepada penonton sekaligus memberikan hadiah. Kemudan disusul simulasi pemilihan disertai alat peraga TPS. Hal itu sangat menggugah antusiasme khalayak penonton. Melalui strategi inilah proses pendidikan politik berlangsung,” kata Supangat.

“Seni itu indah dan universal. Mari kita sukseskan pilkada dengan keindahan,” ujarnya.