Beranda News Pelayanan Publik Atasi Krisis Listrik, PLN Lampung Operasikan PLTG Sutami

Atasi Krisis Listrik, PLN Lampung Operasikan PLTG Sutami

390
BERBAGI
Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung, Hendri A.H.
Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung, Hendri A.H.

TERASLAMPUNG.COM —  Untuk mengatasi krisis listrik akibat terbakarnya peralatan PLTU Sebalang, PLN Lampung mulai mengoperasikan PLTG Sutami dengan pasokan daya listrik sebesar 30 MW sejak  Minggu, 2 September 2018.

Dengan beroperasinya PLTG Sutami 30 MW, saat ini kekurangan daya sistem Lampung menjadi sekitar 58 MW. Hal ini tentunya menjadi berita baik bagi masyarakat Lampung, karena waktu pemadaman bergilir dapat diminimalisir,” kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung, Hendri A.H., Senin, 3 September 2018.

Hendri mengatakan pengoperasian PLTG Sutami membuktikan PLN bergerak cepat mengatasi kekurangan daya akibat musibah terbakarnya conveyor belt di PLTU Sebalang.

“Nanti akan menyusul pasokan daya listrik dari PLTG New Tarahan sebesar 24 MW, sehingga angka pemadaman bergilir benar-benar bisa ditekan lagi,” katanya.

Hendri mengatakan, saat ini Lampung mengalami kekurangan daya hampir 140 MW pasca terbakarnya belt conveyor PLTU Sebalang yang mengakibatkan non-aktifnya PLTU Unit 1 dan 2 di Sebalang beberapa pekan lalu.

“Saat ini daya mampu pembangkit lokal Lampung di angka 612 MW didukung dengan transfer dari Sumbagsel sebesar 300 MW sehingga total daya mampu Lampung sebesar 912 MW,” kata dia.

Daya listrik sebesar 912 MW tersebut, kata Hendri,  digunakan untuk melayani pelanggan se-Provinsi Lampung dengan beban puncak mencapai 1000 MW.

“Artinya, Lampung masih kekurangan daya 88 MW yang menyebabkan masih adanya pemadaman bergilir di waktu beban puncak yakni pukul 17.00 – 23.00,” katanya.

Di sisi lain, PLN juga tengah mengupayakan percepatan pemulihan PLTU Sebalang dengan memaksimalkan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten yang bekerja 24 jam non-stop dan mengerahkan segala peralatan ke lokasi kerusakan.

“PLN saat ini melakukan mobilisasi SDM secara maksimal dan menggunakan peralatan dari pembangkit lain sebagai upaya percepatan pemulihan terhadap instrumen pembangkit yang ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan,” jelas Hendri.

Hendri atas nama PLN Lampung kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan.

“Dan tentunya tidak henti-hentinya kami mohon dukungan dan doa seluruh stakeholders PLN agar proses recovery dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” katanya.

Jadwal pengurangan beban akan selalu diupdate setiap hari dan dapat dilihat oleh seluruh stakeholder PLN melalui media sosial resmi PLN Distribusi Lampung, yakni di Instagram @plndislampung dan Facebook PLN Distribusi Lampung.

Selanjutnya, Untuk kemudahan informasi dan layanan silakan menghubungi Contact Center di telepon (0721) 123, website www.pln.co.id, email pln123@pln.co.id, Facebook PLN 123, dan Twitter @PLN_123.

Loading...