Beranda Hukum Kriminal Ayah dan Anak Pembunuh Warga Jayabaya II Dituntut Hukuman 11,6 Tahun Penjara

Ayah dan Anak Pembunuh Warga Jayabaya II Dituntut Hukuman 11,6 Tahun Penjara

287
BERBAGI
Nuri Ahmad (49) dan Rahmat Nuriadi (19) mendengarkan tuntutan jaksa. Foto: harianlampung.com

TERASLAMPUNG.COM — Nuri Ahmad (49) dan Rahmat Nuriadi (19), ayah dan anak pelaku pembunuh Sarifudin, warga Jagabaya II, Wayhalim, Bandarlampung, masing-masing dituntut 11 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang di PN Tanjungkarang,m Selasa (30/5/2017).

JPU menyatakan keduanya terbukti melakukan pembunuhan dan  dituntut dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman selama sebelas tahun enam bulan penjara, dan menyatakan terdakwa agar tetap ditahan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Patar Daneil Panggabean di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (30/5).

JPU menyatakan,  hal yang memberatkan terdakwa telah menghilangkan nyawa seseorang, tidak berterus terang dan menyesali perbuatannya serta tidak ada perdamaian.”Sedangkan yang meringankan terdakwa tulangpunggu keluarga dan belum pernah ditahan,” katanya.

Sementara penasehat hukum terdakwa, Nurdin dan Debi Oktaria keberatan dengan tuntutan jaksa lantaran dinilai tinggi.

BACA: Satu Pembunuh Safirudin Dibekuk di Gedongtaan

“Dari fakta persidangan itu bukan Rahmat Nurhadi yang menusuk korban, melainkan Sanjaya ,” katanya usai persidangan.

Nurdin menjelaskan, akan melakukan nota pembelaan pada sidang selanjutnya yang akan di gelar pada pecan depan.”Kita akan siapkan nota pembelaan,” pungkasnya.

Menurut JPU pembunuhan bermula pada tanggal 7 januari 2017 sekitar pukul 24.00Wib. terdakwa Rahmat bersama Nuri beserta Rhifa Franata Nuri Ahmad dan Sanjaya Dwi Saputra (DPO) sedang berada didalam rumahnya Jagabaya II, Wayhalim, Bandarlampung. Kemudian datang korban kedepan pintu rumah terdakwa sambil berteriak dan membawa golok.

BACA: Ribut dengan Tetangga, Warga Tetangga Tewas Ditusuk Badik

“Korban lalu menggunakan goloknya untuk memecahkan kaca hingga golok yang di pegannya lepas. Kemuadian Rahmat keluar dan mengambil golok milik korban dan langsung menerjang korban hingga terjatuh dengan keadaan terduduk,” katanya.

Perkelahian itu sempat dilerai oleh Joni yang menarik Rahmat ke pemakaman. Namun tak lama Nuri Ahmad, Rhifa Franata Nuri Ahmad dan Sanjaya Dwi Saputra datang dan langsung menusuk korban di bagian perut sebelah kiri hingga korban tergeletak bersimbah darah.

“Tak hanya disitu, mereka lalu menjambak dan menginjak-nginjak korban. Usai melakukan aksinya mereka kembali kedalam rumah yang kemuadian terdakwa Nuriadi dan Sanjaya Dwi Saputra kabur dengan menggunakan motor yang berbeda,” jelasnya.

TL/HLS

Loading...