Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Partai Golkar

  • Bagikan
Azis Syamsudin memimpin rapat paripurna DPR RI pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).
Azis Syamsudin memimpin rapat paripurna DPR RI pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu dini hari (25/9/2021), Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dinonaktifkan dari Partai Golkar untuk sementara waktu.

Menurut Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir, penonaktifan itu untuk memberikan kesempatan kepada Azis berkonsentrasi menghadapi masalah hukum.

“Di Golkar, AD/ART menyatakan bahwa kader yang menghadapi kasus hukum sementara waktu dinonaktifkan,” kata  Adies Kadir dalam konferensi pers, Sabtu siang (25/9/2021).

Kadir mengatakan penonaktifan Azis sesuai dengan  pasal 9 Anggaran Rumah Tangga Golkar dan Pasal 19 Peraturan Organisasi DPP Partai Golkar Nomor: PO-15/DPP/GOLKAR/VII/2017 tentang Penegakan Disiplin Organisasi.

“Oleh karenanya Partai GOLKAR memberikan waktu dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada saudara Azis Syamsuddin untuk berkonsentrasi dan fokus menghadapi permasalahan hukumnya di KPK,” ujar Adies.

Selain menjabat Wakil Ketua DPR RI, Azis selama ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Ia langsung menyatakan mundur sebagai  pimpinan DPR RI begitu dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK. Surat pengunduran diri itu telah disampaikan kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Terkait pengganti Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI dan Wakil Ketua Partai Golkar, kata Kadir, hal itu tergantung pada Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

“Itu menjadi hak prerogatif Ketua Umum Partai Golkar,” katanya.

  • Bagikan