Beranda News Budaya Baca Puisi di Kafe, Cara Komite Sastra DKL Dekatkan Sastra dengan Masyarakat

Baca Puisi di Kafe, Cara Komite Sastra DKL Dekatkan Sastra dengan Masyarakat

46
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Berbagai upaya dilakukan Dewan Kesenian Lampung untuk mendekatkan kesenian—terutama puisi—dengan masyaraat Salah satunya adalah dengan menggelar acara baca puisi di ruang publik.

Menggandeng Forum Lingkar Pena (FLP) Bandar Lampung  dan Komunitas Malam Puisi,  misalnya, Komite Sastra DKL menggelar baca puisi di Kafe “Warung Nongkrong”, Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Rabu (16/12) .

Fitri Yani , muli penyair asli Lampung yang jadi ketua panitia acara ini, mengatakan baca puisi di kafe merupakan rangkaian pentas keliling (road show) bertajuk Parade Puisi.

Puisi-puisi yang dibacakan merupakan karya sastrawan Indonesia Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Agit Yogi Subandi,Fitri Yani Aan Mansyur dan juga puisi-puisi karya yang hadir pada malam Parade Puisi itu.

“Ini juga merupakan langkah untuk mendekatkan puisi dan karya-karya sastrawan Indonesia dan khusunya Lampung,” kata penyair yang juga pendidik ini.

Para pembaca puisi yang terlibat dalam perhelatan ini antara lain; Alexander GB (Komunitas Kober), Cakrawala (DKL), Desi Sianturi (FLP) Mutia (Komunitas Malam Puisi), Kasro (KSS Unila), Firda (IAIN Raden Intan), pengunjung dan juga waiters kafe yang ikut nimbrung.  “ Ada kejutan dalam  pentas Parade Puisi malam tersebut, karena tampil juga Newendi dari Komika Stand Up Comedy Lampung. Jadi, ada warna lain dalam Parade Puisi yang kami gelar,” ujar Fitri.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Road Show dan Pelangi Seni Budaya Lampung M.Hari Jayaningrat,  mengatakan gelaran baca puisi yang ditaja Komite Sastra DKL sangat menarik. Pasalnya, yang terlibat pembacaan dari berbagai kalangan dari seniman,penyair,  mahasiswa, komedian, pengunjung  dan pengunjung kafe yang awam dengan karya puisi.

Sementara itu Cakralala, PNS yang juga pernah aktif di dunia musik dan teater, mengaku baca puisi di kafe merupakan terobosan dalam memasyarakatkan karya sastra. Ternyata karya puisi mendapat sambutan meriah dari generasi muda.

“Puisi bisa dibaca dan dinikmati oleh siapa saja termasuk pengunjung kafe. Ke depan kalau digarap lebih serius bisa saja naik daun sebagai alternative entertainmen seperti stand up comedy yang kini sedang naik daun,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komite Sastra DKL Zulkarnain Zubairi alias Udo Z Karzi mengatakan, untuk  makin menyerakkan pentas Pelangi Seni Budaya Lampung, yang akan ditaja di Lapangan Korpri, Sabtu (19/12) mendatang.
“Kami akan menyuguhkan Baca Puisi dan Musikalisasi Puisi. Dalam pementasan ini akan tampil Komunitas Bharatayuda dengan personil; Aswinsyah, Kasro, Amir, Anidam, Vireo, Wela, dan Yulizar.” Katanya.