Beranda News Lingkungan Badak Jawa di TN Ujung Kulon Bertambah 4 Ekor pada 2019

Badak Jawa di TN Ujung Kulon Bertambah 4 Ekor pada 2019

758
BERBAGI
Badak bercula satu atau badak jawa penghuni Taman Nasional Ujung Kulon (Foto: dok Kementerian LHK)

TERASLAMPUNG.COM — Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) melansir, sepanjang 2019 ada empat ekor bayi badak jawa bercula satu (Rhinoceros sondaicus) satu lahir di habitat aslinya itu. Sebelumnya, pada 2018 lalu sempat badak cula penghuni TNUK juga lahir.

“Anak badak jawa ini terdiri dari betina dua individu, jantan satu ekor, dan seekor lagi belum diketahui jenis kelaminnya,” kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Anggodo, Kamis (12/12/2019).

Menurut Anggodo, kepastian adanya empat badak bayi badak bercula satu di TNUK pada 2019 diketahui berdasarkan hasil pemantauan dengan kamera trap hingga September 2019.

Dengan bertambahnya empat badak jawa bercula satu, kini populasi satwa langka dilindungi di TNUK menjadi 72 ekor. Perinciannya:  38 jantan, 33 betina, dan 1 belum di identifikasi jenis kelaminnya.

“Kelas umur badak jawa terdiri dari 15 Individu anak dan 57 individu remaja sampai dewasa,” ujarnya.

Anggodo mengatakan kondisi habitat badak bercula satu di TNUK hingga kini  masih bagus.

“Hal itu terbukti bahwa setiap tahun sejak tahun 2012 selalu terekam kelahiran anak badak jawa di Ujung Kulon,” katanya.

Badak jawa atau badak bercula-satu kecil adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masih termasuk ke dalam genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja.

Menurut  wikipedia.org, badak bercula satu  memiliki panjang sekitar 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.

Badak ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar. Meskipun disebut “badak jawa”, binatang ini tidak terbatas hidup di Pulau Jawa saja, tetapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India serta Tiongkok.