Badan Ketahanan Pangan Lamsel Gelar Pelatihan Teknis Pemanfaatan Pangan Lokal

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com


    

Pelatihan pemanfaatan pangan lokal, di Aula Alau-Alau, Pantai Ketang,Kalianda,Rabu (1/10)/ Foto:Teraslampung.com/Iwan J Sastra



KALIANDA – Sebanyak 20 wanita pelaku usaha katering dan kelompok wanita tani (KWT) dari sejumlah kecamatan di Lampung Selatan mengikuti pelatihan teknis pemanfaatan pangan lokal yang digelar Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lamsel, di Aula Alau-Alau, Pantai Ketang Kalinda, Rabu (1/10).
 
Menurut Kabid  Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Puadi, SP, mewakili Kepala BKP Lamsel Ir. Rini Ariasih, MM, tujuan dari pelatihan tersebut, untuk memberikan pengetahuan kepada para pelaku usaha dan KWT tentang cara pengolahan pangan lokal dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan juga memperpanjang umur simpan produk, pengolahan ubi kayu menjadi tepung cassava yang dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan.
 
“Kami berharap, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta pelatihan dapat mengetahui teknologi cara pengolahan pangan lokal yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari, ” ujar Puadi, kepada Teraslampung.com, disela-sela acara pelatihan.
 
 Puadi menuturkan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan dengan pengembangan konsumsi pangan melalui pengembangan pangan lokal oleh kelompok-kelompok kerajinan pangan. Sebab, pangan lokal merupakan pangan yang sudah dikenal, mudah diperoleh, jenisnya beragam serta dapat diusahakan baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun dijual.
 
“Dengan pengembangan pangan lokal  ini, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan yang beragam di tingkat rumah tangga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” tuturnya.
 
Menutut Puadi, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman produksi bahan pangan bagi peningkatan pertumbuhan dan kehidupan manusia di masa mendatang.
 
“Juga  untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam hal pengolahan pangan dengan memprioritaskan nilai tambah,” tambahnya.
 
Dalam pelatihan tersebut, DKP Lamsel mengundang satu orang narasumber dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung yakni Bambang Haryanto yang memberikan materi tentang cara pembuatan panganan lokal berbahan ubi kayu dan ubi jalar seperti bingka ubikayu, prol tape, kue lapis singkong, lumpia tape singkong saos coklat, bakpia ubi jalar, onde-onde ubi jalar dan aneka panganan lokal lainnya.
 
“Para peserta ini akan mengikuti pelatihan selama tiga hari dengan metode yang disampaikan yakni ceramah, diskusi, tanya jawab, serta praktek cara pembuatan panganan lokal dengan benar,” katanya.
praktek cara pembuatan panganan lokal dengan benar,” katanya.

  • Bagikan