Beranda Seni Sastra Bagaimana Menulis Seperti Chekov? (2)*

Bagaimana Menulis Seperti Chekov? (2)*

72
BERBAGI
Anton Chekov

Oleh Iswadi Pratama

Berkarya pada masa di mana pembaca Rusia mengharapkan penulis-penulis mereka memberi nasihat-nasihat senada dengan ajaran-ajaran lama para nabi, Chekhov adalah keganjilan yang membingungkan.

Sejak Peter Yang Agung memegang Revolusi Rusia “dari atas” dengan “budaya tinggi” Eropa Barat yang mengesankan dan aturan-aturan otokrasi yang ketat ditopang oleh ortodoksi, polisi rahasia, dan sistem sensor, orang-orang Rusia jadi mengandalkan pada sastra imajinatif/fiksi mereka untuk menunjukkan peran dalam wacana yang dimainkan masyarakat Barat.

Untuk melakukannya, bagaimanapun, penulis-penulis Rusia telah mengadopsi dalih-dalih yang piawai yang menjadi topeng dari sasaran mereka sebenarnya, dan pembaca mengadaptasi dengan belajar menguraikan alusi berkode-ganda untuk topik-topik yang terlarang.

Jadi, selama hampir dua ratus tahun, fiksi, secara cerdik ditulis dalam bahasa Aesopian, berbicara pada setiap penguasa politik dalam kekaisaran yang mapan dan dunia yang lebih luas. Tetapi dalam cerita-cerita ringkas Chekhov, para pembaca melihat kesia-siaan alusi pada uraian editorial dan arus peristiwa. Cerita-ceritanya tentang orang-orang biasa yang melakukan segala sesuatu yang biasa di tempat biasa, telah menawarkan moral yang sebenarnya: hidup yang utuh, sederhana, dengan integritas, menghabiskan perhatian pada segala yang sebentar, setiap sensasi, dan setiap interaksi.

Chekhov telahmenyuarakan kemunduran hal-hal Ilahiah dalam misi-misi penyabdaan dari para penulis yang telah menjadi ciri dalam nilai seni prosa Rusia . “Semua orang bijaksana yang agung adalah kejam sebagaimana umumnya,” Ia meyakinkan pada Suvorin, editornya. “Jadi pergilah ke neraka dengan filosofi dari orang-orang agung di dunia ini!”.

Malahan, epistemologi di mana ia membangun estetikanya memerlukan sebuah syarat kerendahan hati dan bersiap dengan masuknya penilaian yang keliru. “Ini adalah saat puncak bagi penulis, dan khususnya bagi seniman yang sebenarnya, “ tegas Chekhov, “Mengakui bahwa tidaklah mungkin menjelaskan segala sesuatu. Socrates mengetahui hal ini sebagaimana Voltaire di masa lampau. Hanya orang kebanyakan berpikir mengetahui dan memahami segala sesuatu sebatas yang telah diketahui dan dipahami sebagaimana adanya. Dan hal lebih bodoh dari itu adalah , berpikir lebih terbuka adalah berpikir dengan apa yang sudah ada dalam pikiran itu sendiri. Tetapi jika seniman yang terlanjur percaya pada orang banyak ini mengakui bahwa ia tidak mengetahui secara utuh apa yang ia lihat, fakta ini sendiri akan memberi kontribusi besar pada alam pikiran dan akan menandai langkah besar ke depan.”

Di sini, Chekhov berpikir mengenai revolusi yang sesungguhnya, tidak ada orang-orang Rusia lainnya yang menulis sebelum dia mengupas sejumlah prasyarat untuk menjadi pencipta yang otoritatif–berbicara dengan karakter negatif: menolak untuk mengklaim mengetahui sesuatu yang tak ada wujudnya.

Seorang kreator yang masa kanak-kanaknya ditandai dengan penderitaan fisik dan status rendah, Chekhov yang acap bersikap frontal ternyata jujur dalam penilainnya atas diri sendiri dan orang lain. Surat-surat dan fiksinya adalah pernyataan atas kebenarannya—bercerita mengenai semua subyek—kecuali perihal kesehatannya, hal mana telah Ia tetapkan untuk tidak menceritakannya.

Pelatihan kedokteran dan pengabdiannya pada prinsip-prinsip fisikawan Prancis Claude Bernard pengikut realisme materialistik yang dapat dipercaya—dan kerelaan untuk menyebut “keburukan adalah keburukan”.

Dalam surat terkenal yang ditujukan untuk editornya Alexei Suvorin, Chekhov menyatakan prinsip-prinsip teoritis sebagai landasan karyanya: “Kau dibingungkan dua ide, pemecahan masalah dan bersikap yang benar menghadapi pertanyaan. Hanya yang kedua yang esensial bagi seniman. “ Jika ada satu hal yang sangat dipercayai Chekhov, hati dan jiwalah yang dalam kekuatan perubahan bentuk menjadi pusat perhatian yang tidak bisa tidak merupakan diagnosa paling dasar. Empat tahun sebelum kematiannya, ia menulis, meninjau kembali karya-karyanya, “ Saya hanya ingin bercerita pada orang-orang dengan tulus: lihat, lihat bagaimana buruk hidupmu, bagaimana kacaunya hidupmu. Hal penting adalah orang-orang harus mengerti ini: jika mereka memahami ini, mereka akan menemukan dengan pasti hidup yang berbeda dan jauh lebih baik. Manusia akan menjadi lebih baik bila sekali saja kita tunjukkan padanya bagaimana dirinya.

Rusia di akhir dekade abad 19 masih buruk, kasar, berkarakter tak kenal maaf atas tempat seseorang seperti Chekhov yang tidak lahir di dalam lingkungan aristokrat. Chekhov bersandar pada dirinya sendiri—di dalam hidup sebaik di dalam seninya. Ia tidak pernah memanfaatkan teman-teman ngobrol, pertemanan profesi, dan lingkungan pergaulan. Bergerak ke dalam dan ke luar mileu sastra dan sosial, ia telah kebal pada tren intelektual yang sinis; disebut sebagai keturunan Rusia yang memiliki kelemahan yang hampir fatal.

Godaan popularitas, sosialisme, kemerosotan, simbolisme, dogma Tolstoy yang tanpa perlawanan terhadap kejahatan, dan disindir sebagai keturunan petani—semua mencuci punggung Chekhov seperti hujan deras. “Saya punya darah petani mengalir dalam nadi,” Chekhov menulis pada Suvorin. “Jadi saya bukan satu-satunya yang mengagumi kebajikan-kebajikan petani.” Tidak pula ia terpengaruh oleh asketisme fanatik Tolstoy tentang kebajikan dari bepantang pada kesenangan-kesenangan fisik.

“Cita rasaku dari drama yang jujur berkata padaku,” tulisnya, “bahwa ada banyak cinta atas kemanusiaan dalam semprotan uap dan listrik daripada dalam kesucian dan sikap menghindari daging.”

NASIHAT-NASIHAT CHEKHOV

Kebiasaan adalah mesin bagi keberhasilan. Kebiasaan yang baik menciptakan hasil yang baik. Menjadi penulis yang produktif tidak lebih kompleks daripada merawat kebiasaan hidup sehat. Sikat gigimu dua kali sehari dan kau akan memiliki mulut yang bersih. Menulis satu jam sehari dan kau akan memiliki buku.

Bukan Popularitas, Bukan Keuntungan Surat untuk Alexei Suvorin, 2 Moscow, 23 December 23,

Menciptakan banyak siasat dalam menulis (untuk kritikus) sama halnya meminta seseorang yang menderita flu mengendus bau bunga. Di sanalah saat ketika saya sungguh-sungguh takut. Untuk siapa dan berakhir seperti apa saya menulis? Untuk publik? Tetapi saya tidak pernah benar-benar melihat “publik” ini dan tidak lebih percaya akan keberadaannya ibandingkan hantu: publik ini tak terdidik dan memiliki sikap yang buruk, dan bahkan pada kondisi terbaiknya memperlakukan kita acuh pada kekejian dan tidak tulus .

 

Saya tidak punya ide apakah publik ini tetap memerlukan saya. Ada yang berkata bahwa publik tersebut tidak membutuhkan saya dan saya membuang-buang waktu saya , tetapi sementara itu Akademi telah menganugerahi saya penghargaan ; jadi apakah makna semua itu? Apakah uang yang saya inginkan? Tetapi saya tidak pernah punya uang, dan sebab saya tidak berusaha memiliki uang, saya sungguh acuh padanya. Singkatnya saya tidak dapat berkarya untuk uang. Apakah pujian yang saya harapkan? Pujian hanya mengikis saya . Seluruh kumpulan dari teks sastra, siswa, Yevreynov, Pleshcheyev, pembantu uzur, dan lain-lain, setumpuk pujian menggempur syaraf saya, tetapi hanya Grigorovich yang mencatat deskripsi saya dari “Guguran Salju Pertama”. Dan lain-lain. Dan lain-lain.

Seandainya kita cuma memiliki kritik yang bermanfaat , itu sudah cukup bagi
saya untuk merasa tentram untuk mengoleksinya—apakah baik atau buruk tidak menjadi masalah—dan bahwa saya membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh semua yang mencurahkan diri mereka untuk belajar selama hidup, sebagaimana sebuah planet bagi ahli perbintangan. Bila keadaanya seperti ini, saya akan menenggelamkan diri saya ke dalam karya saya dan memiliki sebuah tujuan.

Mungkin aku seperti orang-orang yang kurang pertimbangan; menulis buku dan drama bukan untuk apa-apa, melebihi kesenangan-kesenangan pribadi. Kesenangan seseorang, sebenarnya, adalah sesuatu yang baik: suatu perasaan yang sama panjang dengan yang dirasakan seseorang ketika menulis. Tetapi mengenai apa seseorang menulis? Lalu apa?

Seluruh populasi, agama, bahasa, dan kebudayaan sudah sirna tanpa bekas sebab tidak ada ahli sejarah atau ahli biologi yang merekam keberadaan mereka. Dengan cara yang persis sama nilai kehidupan dan karya dalam seni musnah sebelum mata kita melihat sebab mutlak tidak ada kritik.


Kegembiraan dan Kemurungan Bercerita Surat untuk Lydia Avilova, 7 Nice, 6 Oktober, 1897

Kau mengeluhkan bahwa karakterku murung. Ini, sayangnya, bukan kelemahanku! Begitulah mereka muncul, tanpa campur tanganku, dan saat aku menulis, tak pernah terpikir olehku bahwa aku bisa jadi tertekan karena kesedihan. Bagaimanapun, ketika aku bekerja aku selalu dalam suasana hati yang bagus. Telah dikatakan perihal kemurungan, orang-orang penyedih selalu menulis dalam cara yang riang, sebaliknya orang-orang periang ternyata menulis selalu dengan mengelola perasaan-perasaan murung. Aku, kau tahu, memiliki watak yang menyenangkan; atau, paling tidak, aku telah menghabiskan 30 tahun pertama dari hidupku dengan kegembiraan, seperti mereka bilang. 

Hukum Alam Surat untuk Alexandra Khotyaintseva, Nice, 26 November, 1897

Saya perhatikan termasuk hukum alam lain: lebih menyenangkan apa yang saya alami, lebih menyedihkan cerita yang saya lahirkan. Gairah untuk hidup bukan perasaan seperti menulis, selain itu, sangat sulit untuk memadukan gairah untuk hidup dengan gairah untuk menulis.

Lupakan Dirimu Sendiri Surat untuk Alexander Chekhov, Moscow, 20 February, 1883

Semua yang kau butuhkan untuk berkarya adalah jadilah lebih jujur pada diri sendiri: campakkan dirimu sendiri jauh-jauh dalam segala hal, di manapun; jangan cenderung mengikuti dirimu sendiri seolah kaulah pahlawan dalam novel karyamu; lupakan dirimu—cuma untuk setengah jam. Kau (Alexander—pen), telah menulis cerita pasangan pengantin muda menghabiskan seluruh waktu makan malam dengan tidak melakukan apa pun selain berciuman, bermanja-manja, dan merengek seperti bayi…..

Mereka tidak mengatakan satu pun hal bijaksana , hanya
bermanis-manis tanpa arti! Kau tidak menulis hal ini untuk pembaca….kau menulis ini sebab kau pribadi menikmati kedunguan ini. Seandainya di lain kesempatan, kau menggambarkan makan malam; bagaimana mereka makan, apa yang mereka makan, terlihat seperti apa masakannya; jika kau memperlihatkan “pahlawanmu” secara vulgar, kepuasan hati yang ia ambil di dalam kebahagiaannya bermalasan, dan kevulgaran dari “pahlawan” wanitamu, di dalam semua keganjilan cintanya– untuk mempertebal (tulisan) itu– kekenyangan, serbet suami berhias angsa…menjadi hal paling nyata, setiap orang senang melihat kelimpahan, orang bercukupan/puas, tetapi untuk menggambarkan mereka seseorang harus bekerja lebih banyak daripada sekadar menceritakan pada kita apa yang dibicarakan pengantin muda itu dan berapa lama mereka berciuman. Sesuatu yang lain dibutuhkan di sini; sebuah jarak dari keseluruhan impresi personal itu, bahwa kebahagiaan pengantin baru selalu tercipta di atas semua yang belum berubah menjadi sinis …subyektivitas adalah sesuatu yang mengerikan. Tak perlu alasan lain, ini mengerikan sebab terlalu ingin mengikuti keinginan diri sendiri akan memberi cara pada penulis baru di dalam semua kekurangannya


Audien Penulis
Surat untuk Alexi Suvorin, Moscow, 26 Desember, 1888

Kau bilang seseorang tidak menulis untuk kritikus, tetapi untuk publik, dan bahwa ini terlalu dini buatku untuk memulai bantahan. Aku lebih senang berpikir, tentu saja, bahwa aku nyatanya berkarya untuk publik, tetapi bagaimana aku mengetahui bahwa itulah yang sekarang ini aku kerjakan? Aku pribadi tidak mendapat kepuasan dari karyaku—mungkin sebabnya adalah sepele atau untuk beberapa alasan lain.

Publik (tolong catat bahwa aku tidak menyebutnya “pokok”), dalam pada itu, menyenangkan kita dengan kecurangan dan ketidaktulusan dan tidak akan pernah mengatakan pada kita kebenaran, jadi yang berlaku sekarang tidak ada cara mengetahui apakah itu memerlukanku atau tidak.

Bila kau anggap bantahanku ini terlalu tergesa, tapi tidak pernah terlalu dini untuk bertanya apakah apa yang aku kerjakan ini karya yang serius atau sekadar bermain-main. Kritikus tidak mengatakan apa pun, publik berdusta, dan naluriku mengatakan padaku aku menghabiskan waktuku untuk hal yang nonsens. Apakah aku membantah? Aku tidak ingat nada suratku, tetapi bila aku membantah, aku lakukan itu tidak untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk semua kerabat penulis kita, pada siapa aku merasa sayang tak terhingga. 

Untuk Orang-Orang Sezaman-ku
Surat untuk Dmitry Grigorovich, 12 Januari, 1888

Untuk debutku di jurnal yang tebal, aku telah memilih padang rumput yang sangat luas (di Timur Rusia dan Siberia terdapat padang rumput yang sangat luas dan tanpa satu pun pohon–penerjemah), yang sudah cukup lama tidak pernah dikisahkan ….semua halamanku telah terwujud dengan padat , demikian padat; mengesankan berdesakan satu di atas lainnya, bertumpuk, menekan, saling serang satu sama lain; adegan atau sebagaimana kau menyebutnya sekuen, berhimpitan saling sikut satu sama lain, tanpa jeda, dan tentu sangat melelahkan. Dampak umum bukan dari gambar melainkan dari membosankan, katalog yang terlalu detil dengan kesan-kesan, sesuatu yang seperti di luar kerangka; alih-alih memberi pembaca nilai artistik; kesatuan gambar dari padang rumput yang luas, aku malah membuat “ensiklopedi padang rumput”. 


Ujicoba pertama adalah kegagalan. Bagaimanapun aku tidak berkecil hati. Siapa tahu, bahkan sebuah ensiklopedia bisa berguna. Mungkin itu bisa membuka mata orang-orang sezamanku dan menunjukkan pada mereka lapisan-lapisan yang variatif dan kaya dengan keelokan yang masih tersisa dan tak tersentuh; dan bidang yang tanpa batas masih terbuka untuk seniman Rusia. Jika cerita kecilku mengingatkan kerabatku akan padang rumput yang telah mereka lupakan; jika satu saja tema yang kumiliki bersinar dan memolakan sketsa mendorong beberapa penyair, betapapun tidak signifikan, untuk berpikir, itu akan menjadi semua penghargaan yang aku butuhkan. Kau, aku tahu, akan mengerti padang rumputku dan demi kepentingan itu akan bersedia memafkan dosa yang tak sengaja kulakukan. Dosaku adalah tak sengaja sebab, sebagaimana aku hanya tahu memulai untuk memahami, aku belum lagi tahu bagaimana menulis dengan banyak halaman.

Kenali Pembacamu
Surat untuk Maxim Gorky, Moscow, 27 Juni, 1899

Kau berencana untuk menyebrangi Rusia? Aku harap perjalananmu menyenangkan, segala yang terbaik, walaupun itu mengusikku bahwa sepanjang kau sehat walafiat, kau lebih baik lagi mempelajari orang-orang yang kini membaca karyamu lebih daripada menghabiskan waktu perjalanan tahunan pasangan atau berkuda dengan kereta kuda kelas tiga. Jika setelah itu kau masih merasa menyukai manisnya perjalanan itu, dengan semua maknanya, pergilah.

Menulis untuk Ahli
Surat untuk Yakov Polonsky, Moskow, 18 Januari, 1888

Omong-omong, aku baru saja menulis cerita panjang yang kemungkinan akan muncul di media Northen Herald.12. Dalam novel pendekku, aku menggambarkan padang rumput, penduduk padang rumput, burung-burung, malam, badai, dan lain-lain. Aku menikmati karya ini, tetapi aku juga khawatir sebab aku kurang berpengalaman dalam menulis karya panjang, nadaku mungkin akan tidak konsisten, aku menuju kelelahan, aku tidak mengatakan segala yang perlu dikatakan, dan aku jadi tidak benar-benar serius.

Ada terlalu banyak bagian dimana kritikus dan pembacaku tidak akan mengerti, akan menemukan hal remeh, tak pantas mendapat perhatian; tetapi aku memperoleh kesenangan dengan mengantisipasi bahwa bagian-bagian yang sama itu akan dipahami dan diapresiasi oleh dua atau tiga ahli sastra, dan itu cukup buatku. Di luar semua itu, bagaimanapun, novelet kecilku tidak lahir seperti yang aku harapkan. Ia kikuk, membosankan, dan terlalu spesial. Untuk pembaca hari ini tema seperti padang rumput, dengan pemandangan alaminya dan penduduknya, terlalu spesial dan tidak signifikan.

Menulis Apa, Bagaimana Menulis
Dari Buku Catatan Doktor Chekhov, p. 125

Serap aku, Tuhan, dari menghakimi atau mengatakan tentang sesuatu yang tidak kuketahui dan tidak kupahami!

Membaca, Melihat, Mendengarkan
Surat untuk Alexei Suvorin, Moskow, 9 Maret 1890

Mengenai Shakalin (“Shakalin” adalah nama sebuah Pulau yang dijadikan judul dalam laporan ilmiah Chekhov untuk menjadi dokter—penerjemah) …saya ingin menulis paling tidak satu atau dua ratus halaman dan dengan demikian melunasi hutang-hutang saya pada ilmu kedokteran, terhadap apa, seperti yang kau ketahui, saya sudah berkelakuan seperti babi. Saya mungkin tidak benar-benar berakhir menuliskan sesuatu, tetapi meskipun demikian, perjalanan tidak akan pernah kehilangan sedikitpun daya tariknya. Dengan membaca, melihat, dan mendengarkan saya akan menemukan dan mempelajari keputusan-keputusan hebat .


Saya bahkan belum lagi meninggalkan, tetapi terimakasih untuk buku- buku yang telah saya baca, telah banyak saya pelajari mengenai sesuatu yang setiap orang harus tahu di bawah hukuman 40 cambukan. 


Semua Jenis Subyek Surat untuk Maria Kiselyova, Moskow, 29 September, 1886

Menulis tentang semua jenis subyek: kelucuan, kesedihan, kebaikan, keburukan. Kirimi (aku) ceritamu, daftar, anekdot, gurauan, permainan kata-kata, dan lain-lain. Dan lain-lain.

* Diterjemahkan
dari berbagai sumber oleh Iswadi Pratama