Beranda Views Kisah Lain Bahlil Lahadia, Tokoh Muda Fenomenal Calon Menteri Jokowi

Bahlil Lahadia, Tokoh Muda Fenomenal Calon Menteri Jokowi

160
BERBAGI
Bahlil Lahadalia tersenyum lebar usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10) sore.Foto: Setkab
Bahlil Lahadalia tersenyum lebar usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10) sore.Foto: Setkab

TERASLAMPUNG.COM — Di antara para tokoh yang datang kd Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa, 22 Oktober 2019, adalah mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia. Seperti tokoh lain, ia juga mengenakan kemeja putih. Jalannya cukup lincah. Senyumnya mengembang saat disapa para wartawan.

Di antara calon menteri yang dipanggil Jokowi, Bahlil termasuk fenomenal. Selain muda, ia juga menapaki sukses dengan berjuang dari nol karena ia berasal dari keluaga miskin.

Pria kelahiran Banda, Maluku Utara 7 Agustus 196  adalah Ketua HIPMI periode 2015-2019. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ia tak malu menyebut dirinya berasal dari keluarga tidak mampu, bahkan ketika ia menyampaikan keterangan kepada para wartawan usai bertemu Jokowi, Selasa (22/10/2019).

Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Bahlil membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue. Ayahnya adalah seorang kuli bangunan. Ketika SMP Bahlil sempat menjadi kondektur dan menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMEA. Saat di SMEA inilah bakat kepemimpinan Bahlil mulai diasah. Ia menjadi Ketua OSIS di sekolahnya.

Degan tekad kuat Bahlil menyelesaikan uliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua. Semasa kuliah, dia dikenal aktif menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membawanya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Pada 2003, namanya terdaftar di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Setelah memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi dan memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Bahlil memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri.

Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, dia menjadikan peluang untuk membuka usahanya. Saat ini Bahlil memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Pada 2015, kariernya sebagai pengusaha lengkap saat Munas Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), peserta memilihnya menjadi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2015–2019.

Presiden Jokowi pada bulan Mei lalu sudah memberi sinyal bahwa Bahlil cocok untuk menjadi menteri. “Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri,” katanya saat memenuhi undangan buka bersama dengan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Ahad, 26 Mei 2019. “Dilihat dari samping, dilihat dari atas sampai bawah, cocok jadi menteri pinter membawa suasana.”

Saat menyampaikan keterangan pers usai diterima Jokowi, Selasa, 22 Oktober 2019, Bahli mengaku berasal dari Papua. Hal ini rupanya menjadi pembicaraan ramai di kalangan warga Maluku di medsos.Sebab, kata para warganet, faktanya Bahlil berdarah Buton (Sulawesi), Banda (Maluku), dan  Fakfak (Papua).

Tempo | dbs

Loading...