Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Bakso Sony Diduga Mengemplang Pajak

Bakso Sony Diduga Mengemplang Pajak

129
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung menduga Bakso Sony di Jalan Sultan Agung dan Gajah Mada Kota Bandarlampung diduga mengemplang pajak restoran. Modusnya:melakukan penolakan pemasangan  tapping box dan transaksi tidak menggunakan tapping box.

“Kami rencananya akan memasang tapping box di Bakso Sony jalan Sultan Agung tanggal 11 Agustus 2020 kemudia pihak manajemen Bakso Soni tanggal 10 Agustus 2020 mengirimkan surat ke kami yang isinya mereka menolak dipasang tapping box dengan alasan pegawainya gaptek (gagap teknologi) dan kalau rusak akan mengganggu operasional mereka,” jelas Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPRD) Yanwardi didampingi Kabid Pajak dan Retribusi, Andre, Selasa 25 Agustus 2020.

Dia juga membantah jika tapping box rusak atau error akan mengganggu operasional Bakso Sony, bahkan pihak BPPRD akan memberikan training/pelatihan kepada karyawan Bakso Sony tersebut.

“Kami siap memberikan bantuan pelatihan bagi karyawan mereka kalau alasan mereka pegawainya gaptek, kemudian kalau rusakpun kami cepat melakukan perbaikan. Itu cuma alasan yang mengada-ada saja,” jelas Yanwardi.

Lebih lanjut dia menjelaskan sesuai dengan peraturan pemasangan alat tapping box sudah menjadi kewajiban setiap pengusaha restoran atau rumah makan, tujuannya untuk meminimalisir ketidapatuhan wajib pajak, sehingga semua transparan dan tidak ada kecurigaan.

“Tidak sepatutnya pengusaha menolak pemasangan alat tapping tersebut, pengusaha sebagai wajib pungut sudah seharusnya menyetorkan langsung ke kas daerah seluruh uang pajak dari masyarakat yang dititipkan di tempat usaha bersangkutan,” ujar Kepala BPPRD Yanwardi.

Selanjutnya, pihak BPPRD besar kemungkinan akan melakukan tindakan tegas untuk Bakso Sony karena dengan menolak dipasang tapping box sama saja dengan mengemplang pajak.

“Sebelum dipasang tapping box Bakso Sony menjual Rp15 ribu/mangkuknya. Setelah dipasang mereka menjual Rp17 ribu. Jika tidak mau dipasang tapping box kami bisa menduga mereka tidak jujur dan kami akan melakukan tindakan tegas,” tegas Yanwardi.

“Untuk mengambil tindakan tegas itu kami sedang koordinasi dengan perizinan dan Kejari terkait langkah yang akan kita ambil,” tambahnya.

Teraslampung.com pernah membeli bakso di Bakso Sony jalan Gajah Mada depan Rumah Sakit Graha Husada tiga kali dan terakhir tanggal 22 Agustus 2020 yang lalu. Ketika transaksi kasir tidak menggunakan tapping box tapi cash register. Saat ditanyakan kenapa tidak pakai tapping box, dengan santai kasir menjawab,”Nanti saja.”

Saat ditanyakan “bandelnya” Bakso Sony Gajah Mada tidak menggunakan tapping box pihak BPPRD menjawab laporan masyarakat sudah cukup banyak pihak BPPRD mengingatkan bahwa mereka (pengusaha) bisa dipidanakan.

“Sebenarnya sudah banyak laporan tentang tapping box yang tidak dipakai ketika transaksi pembayaran di Bakso Sony. Hal ini bisa dikatakan pengemplangan pajak. Ingat, pemilik rumah makan bisa dipidanakan bila sengaja melaporkan omset secara tidak benar,” jelas Kabid Pajak dan Retribusi, Andre.

Teraslampung.com sudah berupaya menghubungi pihak manajemen Bakso Sony melalui aplikasi WhatsApp, tetapi hingga kini pihak manajemen Bakso Sony tidak memberikan jawaban.

Dandy Ibrahim

Loading...