Balai Karantina Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 15 Anak Buaya Muara

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Buaya muara (ilustrasi)

BANDARLAMPUNG – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Bakauheni, menggagalkan penyelundupan 15 ekor anak buaya muara Sumatera tanpa dilengkapi dokumen yang disimpan dalam boks buah di Pelabuhan Bakauheni, pada Jumat (15/4/2016) sekitar pukul 06.00 WIB.

PPNS Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bakauheni, Buyung Hardiyanto mengatakan, boks buah berisikan 15 ekor anak buaya muara sumatera dengan ukuran 50 cm tersebut, diamankan petugas dari kendaraan Bus PO. Laju Prima jurusan Jambi-Jakarta di Pelabuhan Bakauheni.

Puluhan anak buaya muara tersebut, kata Buyung, merupakan barang paket kiriman pemilik paket berinisial R yang tanpa dilengkapi dengan dukomun apapun.

“Rencananya anak buaya muara itu, akan dikirim ke Jakarta dengan penerima paket berinisial R. Saat ini 15 ekor anak buaya, diamankan di Kantor BPK Bakauheni,”kata Buyung, melalui ponselnya kepada teraslampung.com, Jumat malam (15/4/2016).

Buyung mengutarakan, puluhan anak buaya muara sumatera tersebut, diduga akan dijual di Pasar Hewan. Menurutnya, buaya muara sumatera, merupakan salah satu hewan yang dilindungi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Selain itu juga, kata Buyung, karena mengingat populas hewan reptil sumatera tersebut, saat ini sudah semakin berkurang.

“Untuk kisaran harganya, satu ekor anak buaya dengan dimensi 50 cm mencapai Rp 600 ribu. Kalau sasaran pembelinya, yang pastinya ya para pencipta reptil langka,”terangnya.

Selanjutnya, 15 ekor anak buaya sumatera tersebut, akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

“Siang tadi, kami sudah serahkan 15 ekor anak buaya dilindungi itu ke BKSDA Lampung,”ungkapnya.

  • Bagikan