Baliho Ketum PKB Muhaimin Iskandar Berjejer di Arena Muktamar NU ke-34 di Lampung

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Baliho politisi berjejer di arena muktamar Nahdlatul Ulama (NU) khususnya di lokasi pembukaan acara, Lampung Tengah (Lamteng). Namun, baliho politisi yang paling mendominasi adalah baliho bergambarkan ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Baliho Gus Ami –sapaan akrab Muhaimin Iskandar- berjejer sejak jalan Soekarno Hatta, Terbanggi Lampung Tengah, hingga ke lokasi acara pondok pesantren Darussa’adah. Apalagi, tak jauh dari lokasi acara berdiri megah kantor DPC PKB Lamteng. Kantor ini juga dijadikan dapur umum tempat muktamirin mampir, sekadar sarapan atau menyeruput kopi khas Lampung.

Di kantor DPC PKB Lamteng ini, baliho berukuran besar sekitar 4×6 meter berdiri. Disampingnya, ada foto ketua DPW PKB Lampung Chusnunia. Sementara baliho lainnya sepanjang jalan menuju lokasi muktamar tidak berlogo partai.

Salah seorang pengurus PKB Lampung Ahmad Basuki mengatakan ia tidak tahu siapa yang memasang baliho tersebut. Mantan ketua DPC PKB Lampung Timur ini mengaku, sejak sepekan sebelum digelar acara Muktamar NU di Lamteng, baliho dan bendera PKB memang sudah terpasang.

“Tidak ada instruksi khusus di internal partai memasang bendera partai atau baliho ketua umum, tetapi memang mungkin karena antusias warga, kecintaan pendukung, memasang sendiri baliho Gus Ami,” ujarnya, Rabu, 22 Desember 2021.

Menurut dia, sepanjang jalan menuju lokasi muktamar, sebelumnya terpasang sekitar seribu baliho dan bendera PKB. Namun, sore hari pada Selasa 21 Desember 2021, petugas Pol PP menurunkan semua baliho dan bendera yang ada logo partainya.

“Sebelumnya sudah terpasang hampir seribu baliho sepanjang jalan ini, tetapi petugas kemudian mencopot baliho yang berlogo partai. Bahkan, baliho yang ada di kantor DPC PKB Lamteng ini pun sempat dicopot, namun pengurus partai menjelaskan kepada petugas, kebetulan ada pak camat dan pak lurah juga bahwa ini kantor partai, dan memang memasang baliho ketua umum partai dengan logo partai, Alhamdulillah mereka memahami dan memasang kembali baliho yang sempat dicopot di kantor ini,” jelasnya.

Pihak PKB, terusnya meski memiliki kedekatan emosional sebagai partai yang lahir dari rahim NU, menyadari aturan yang diterapkan petugas. Kemudian berusaha mengganti baliho ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar tanpa logo partai.

“Kita taat aturan, kalau memang tidak boleh kita imbau kepada relawan dan pendukung kita, tidak memasang gambar ketua Umum yang memakai logo partai, bendera partai juga sudah dicopot petugas,” ucapnya.

Adapun Baliho Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar bertuliskan “Musyawarah Mufakat tradisi NU.” Hal ini, kata dia menunjukkan harapan PKB agar Muktamar NU berlangsung dengan musyawarah mufakat.

“PKB Lampung sejak awal menyatakan kesiapannya menyukseskan dan mendukung acara muktamar, karena itu kita sediakan dapur umum untuk makan dan minum serta posko Kopi Gus Ami, bahkan banyak muktamir dari luar daerah yang menginap di kantor DPC,” katanya.

Bas