Beranda News Pusiban Balitbangda Lampung Gelar Rakor Litbang Regional Sumatera

Balitbangda Lampung Gelar Rakor Litbang Regional Sumatera

408
BERBAGI
Rakor Litbang Se-Sumatera di Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu (11/3/2020).
Rakor Litbang Se-Sumatera di Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu (11/3/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Litbang Regional Sumatera di Hotel Emersia, Rabu (11/3/2020).

Rakor yang dibuka Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim itu mengangkat tema “Integrasi Riset dan Inovasi Sumatera untuk Indonesia Maju.”

Menurut Kepala Balitbangdar Lampung, Hamartoni Ahadis, tema integrasi riset dan inovasi ini diangkat, mengingat, dengan perkembangan saat ini, pemaknaan otonomi daerah sebagai kewenangan untuk membangun daerah secara sendiri-sendiri semakin tidak relevan.

“Perlu dikembangkan pendekatan kolaboratif antardaerah otonom, untuk mewujudkan Indonesia maju,” kata Hamartoni.

Menurut Hamartoni, selama ini terminologi kompetisi dan kolaborasi tampaknya seperti paradoks. Pada era digital saat ini, kedua istilah tersebut merupakan keterampilan yang semakin dibutuhkan untuk dikembangkan secara simultan. Para pakar manajemen menyebutnya dengan istilah collaborative competition.

“Kompetisi tidak lagi melulu diartikan sebagai satu ancaman. Kompetisi dalam era Industri 4.0 saat ini akan lebih tepat, jika dimaknai sebagai upaya membangun potensi menjadi kompetensi melalui kinerja terbaik. Bukan tentang mengalahkan siapa pun, tetapi lebih banyak tentang mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Hamartoni mengatakan, kompetisi kolaboratif akan mempercepat pembangunan melalui, menumbuhkan pola pikir dan hubungan strategis antardaerah, pendekatan pembangunan yang partisipatif, serta membangun kemitraan dengan para pemangku kepentingan secara efektif.

“Ini yang perlu dikembangkan dalam pengelolaan pemerintahan daerah saat ini. Karena itulah, rapat koordinasi Litbang se-Sumatera ini menjadi penting dan strategis,” katanya.

Hamartoni berharap dengan adanya Rakor Litbang se-Sumatera diharapkan dapat terbangun kemitraan, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah provinsi se-Sumatera untuk mempercepat pembangunan daerah dan regional.

“Dalam membangun kemitraan ini, kita tidak boleh memandang bahwa yang di luar kita adalah ancaman. Daerah lain bukan pesaing. Paradigma kolaboratif akan memunculkan yang terbaik dalam diri setiap orang. Begitu juga, potensi daerah akan semakin terkelola secara optimal,” kata Hamartoni.

Hamartoni mencontohkan salah satu langkah konkret telah dilakukan Gubernur Lampung dengan menjalin kemitraan dengan BUMD DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis ibu kota.

“Hal itu dilakukan sejalan dengan program unggulan Kartu Petani Berjaya, yang dalam aplikasinya juga mesti dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak terkait,” katanya.

Selain Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, pada rakor ini hadir narasumber dari Kemenristek Dikti, Lembaga Administrasi Negara, Balitbangda Sumsel, juga dari pemimpin perguruan tinggi Unversitas Lampung dan Institute Teknologi Sumatera. Juga dari beberapa praktisi bisnis.

Loading...