Beranda Pendidikan Kampus Bambang Ciptakan Media Pembelajaran bagi Pembuat Film Pemula

Bambang Ciptakan Media Pembelajaran bagi Pembuat Film Pemula

195
BERBAGI
Bambang Permadi

TERASLAMPUNG.COM– Untuk mendukung berkembangnya film indie di Lampung, Bambang Permadi, mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandarlampung, merancang media pembelajaran membuat film indie bagi para pemula.

Media pembelajaran mobile ini memudahkan para pembuat film (film maker) pemula belajar tentang dasar-dasar pembuatan film indie yang dapat diakses melalui smartphone android.

Penelitian ini dilakukan Bambang sebagai skripsinya di jurusan Teknik Informatika. Dalam merancang software tersebut, mahasiswa fakultas ilmu komputer ini menggunakan Adobe Flash Profesional CS6 bahasa action script 3.0 sebagai user interface.

Pria kelahiran 22 Januari 1993 ini mengatakan, film indie merupakan sebuah film yang diproduksi secara independen tanpa keterlibatan campur tangan dari studio besar. Masalah yang sering dialami mereka, kata Bambang, adalah kurangnya pengetahuan dasar mengenai film indie.

“Untuk itu saya merancang media pembelajaran mengenai dasar-dasar pembuatan film indie berbasis mobile tanpa keterbatasan tempat dan waktu untuk mengaksesnya. Sehingga film yang dihasilkan pembuat film pemula bisa maksimal,” ujarnya, Kamis (9/06).

Mahasiswa yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) ini menerangkan, menu utama dalam aplikasi rancangannya terdiri dari sejarah film Indonesia, kru film, film, penyutradaraan, skenario, acting, editing, pengambilan gambar, tata suara, pencahayaan, alat produksi, profiles, sinema tips, dan latihan.

“Terdapat juga menu yang dilengkapi video yakni pengambilan gambar, editing, dan cinema tips agar materi ini lebih dimengerti. Pada menu cinema tips juga memuat video tentang tips dalam membuat film yang disampaikan oleh beberapa filmmaker nasional diantaranya Adinda Salahita, Barry Likumahuwa, Sentot Sahid, dan lainnya,” papar sutradara dari film “Progress” ini.

Menanggapi penelitian ini, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset Darmajaya, Dr. RZ. Abdul Aziz, ST., MT mengapresiasi dan mendukung para mahasiswanya untuk aktif serta kreatif melakukan penelitian.

“Ada banyak cara untuk menyampaikan pengetahuan, wawasan, dan pemikiran. Salah satunya dapat melalui sebuah karya film. Untuk itu saya sangat mengapresiasi penelitian tentang media pembelajaran pembuatan film indie berbasis mobile yang dapat mengedukasi dan memotivasi sineas muda menghasilkan film berkualitas,” ujarnya.

Abdul Aziz mengungkapkan, saat ini Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) Darmajaya telah berstatus Madya. Sehingga Darmajaya memiliki kewenangan untuk mengelola dana penelitian Rp 2-5 Milyar pertahun dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Hal ini menunjukkan iklim penelitian di Darmajaya telah terbangun dengan baik.

“Penelitian merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, penelitian tidak hanya menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperolehnya melalui perkuliahan, tetapi penelitian juga menjadi kontribusi mahasiswa dalam bersumbangsih ide pemikiran dalam pemecahan masalah yang ada di masyarakat.,” tandasnya

Loading...